Beranda Uncategorized Belum Tuntas ! Pol PP Kembali Surati Warung Sate

Belum Tuntas ! Pol PP Kembali Surati Warung Sate

217
0
BERBAGI

METRO – Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Metro bidang penegakan Peraturan Daerah (Perda), nampaknya sudah kehabisan akal harus bekerja berkali-kali mengatasi warung sate milik cak Rudi di Jl. Jendral Sudirman Ganjaragung yang telah sengaja membangun pondasi lebih 1 meter memakan tanah taman asset milik Pemkot Metro.

Dikonfirmasi Radarmetro.com, soal dadline 10 Hari beberapa waktu lalu saat peninjauan lokasi, Kasat Pol PP Kota Metro, Imron, SP, melalui Kasi Penegakan Perda, Asrori, S.IP menyatakan dalam waktu dekat ini akan kembali menyurati pemilik warung yang bersangkutan. Belum tuntas, dan belum bisa mengambil langkah tegas ataupun dilakukanya ekskusi penggempuran bangunan tersebut. Bagaimanapun juga manusiawilah, nanti akan kita pangil surat peringatan pertama (S-1) terlebih dahulu.

“Dengan SP-1 yang bersangkutan diharapkan datang, kita akan klarifikasi kenapa mengindahkan teguran pada saat pembinaan satu bulan yang lalu. Kalau toh yang bersangkutan tetap saja cuek , akan diberi terakhir sampai SP -3, baru setelah itu tidak ada itikad baik. Pol PP akan melakukan tindakan tegas ekskusi pengempuran,”cetusnya, di ruang kerjanya Jumat (28/4).

Diberitakan sebelumnya, Warung sate cak Rudi yang berlokasi di Jl. Jendral Sudirman RT30 RW10 Kelurahan Ganjaragung, Kecamatan Metro Barat diduga telah melangar Perda No.5 Tahun 2010 tentang bangunan gedung. Karna geram dan surat peringatan selalu di indahkan. Pol PP memberikan jeda waktu deadline 10 hari agar bangunan pondasi tersebut segera di bongkar.

Pelaksana tugas (Plt), Kasatpol PP Kota Metro, Drs. Hasan melalui Kabid Penegak Perda, Darwiansyah, didampingi Kasi Pembinanan Pengawasan dan Penyuluhan Perda, Suhaimi, S.IP mengatakan, berkas gambar luas warung sate ini sudah kita periksa secara rinci dan detaile beserta luas taman mini asset milik pemerintah yang berdekatan dengan bibir saluran irigasi.

“Iya benar pemilik warung sate ini dengan sengaja melebarkan bangunan sekitar 100 centi meter ke kanan dengan memakan lahan taman asset pemerintah yang berdekatan.

Tahap pertama dan kedua sudah kita tegur memberikan surat peringatan (SP-2), namun tidak digubris hanya malah membongkar mondor 50 centi meter. Ini kita datang lagi memberikan peringatan deadline 10 hari kedepan agar segera di bongkar,” tegasnya, saat dikonfirmasi Radarmetro, Senin (3/4/2017).

Selama ini, kata Suhami Pol PP bidang penegak perda hanya melakukan pendekatan secara persuasive memberikan himbauan agar yang bersangkutan mengikuti aturan pemerintah. Kalau memang salah ya harus siap konsekuensinya.

“Bila sampai S-3, pihaknya pemilik warung tidak ada itikat baik membongkar. Kita akan terjunkan anggota siap melakukan pombongkaran paksa,”pungkasnya,”ujarnya.

Sementara itu, Cak Rudi pemilik warung sate, mengakui bahwa telah terang-terangan dan sengaja memakan tanan taman pemerintah dijadikan luas areal bangunan warung milikinya.
“ Saya sudah tahu dan siap konsekuensinya bila disuruh membongkar paksa. Meskipun sudah kerugian matrial mencapai jutaan rupiah ya, mau enggak mau harus ihklas,” singkatnya.(*/fdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here