Beranda Radar News Kasus Pengeroyokan Berujung Perdamai

Kasus Pengeroyokan Berujung Perdamai

336
0
BERBAGI

METRO – Setelah melalui proses panjang, dan berbelit-belit akhirnya kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di komplek Masjid Nurul Huda Ganjaragung Metro Barat berujung di meja kekeluargaan rembuk penyelesaian masalah, di ruang Mapolsek Metro Barat, Jumat (28/4).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radarmetro.com, padahal awalnya, ketiga keluarga pelapor dan korban. Bersikukuh membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pun sudah dilakukan penyidikan. Salah satu tersangka berinisal S (20) juga sudah diamankan berikut barang bukti (BB).

Kapolsek Metro Barat, AKP Sumarno, mengatakan pelapor sudah mengurungkan niatnya untuk tidak diteruskan kasus ini ke ranah hukum. Pelapor meminta agar mencabut perkara. Katanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan antranaya orangtua pelapor dan korban.

Setelah ditelusuri pucuk permasalahanya ternyata hanya salah palam. Antar temanya sendiri, meskipun sudah damai. Kita tetap hadirkan keluarga korban, dan pamong masyarakat sekitar. Dilakukan rembuk pekon penyelesaikan maslahah.

Kebetulan dihadiri juga Lurah Mulyosari dan Lurah Ganjaragung untuk menyaksikan jalanya musyawarah mengetahui surat perjanjian diatas matrai agar pelapor dan terlapor tidak mengulangi perbuatanya ataupun balas dendam dikemudian hari.

“Penyelesaikan pencabutan perkara kasus dugaan pengeroyokan ini, tidak dikenakan biaya alias gratis. Informasi kesepakan terlapor bersedia menanggung administarsi semua biaya pengobatan korban, berikut pengobatan jalan, untuk jumlahnya kurang paham, kalau tidak salah Rp 750 ribu per orang/korban,” cetusnya, di ruang kejanya, Sabtu (29/4).

Diberitkan sebelumnya, satu satu diantara orang yang menjadi korban membabibuta segerombolan pemuda tak dikenal melakukan aksi pengeroyokan di Komplek Masjid Nurul Huda Jl. Jendr Sudirman Ganjaragung Metro Barat sekitar pukul 00.30 WIB pada minggu (23/4) dini hari resmi melapor kepihak kepolisian sekotr (Polsek) Metro Barat.

Keluarga Korban Tumino Warga Ganjaragung, meminta kepolisian dapat bekerja maksimal mengusut tuntas dibalik dalang aksi anarkis pengeroyokan yang dapat mengancam keselamatan anaknya.

“Ini anak saya sudah berobat dan di visum di RS Mardiwaluyo,  selain mengalami lembam di bagian sekujur tubuh. Ditambah lagi yang bengkak dibagian bola mata sebelah kanan,”tuturnya kepada Radar Metro, Selasa (25/5).

Pengobatan saat dirumah sakit, kata Tumino sudah menghaiskan uang sebesar Rp2 juta. Karna belum sembuh total maka dilakukan perawatan jalan.

Sementara itu salah satu korban pengeroyokan,  Edo Herdian mengatakan,  awalnya dirinya tidak mengetahui kalau ada aksi pengeroyokan sekumpulan anak muda.

“Karna dijalan terlihat rame sayapun mendekat. Tanpa basa-basi mereka red langsung memukuli memakai kayu. Saya sudah teriak meminta pertolongan tapi tetap di kejar di injak – injak. Ini tadi saya dan teman lainya yang menjadi korban pengeroyokan sudah dipanggil pihak penyidik untuk dimintai keterangan dan saya pun sudah menyerahkan hasil visum dari rumah sakit,”cetusnya.

Edo meminta pelaku segera ditangkap, sebab para pelaku pada saat malam itu nyaris nyawa saya melayang dihabisi mereka. Mau melawan saja tidak bisa sebab banyak orang yang berusaha memukul.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Metro Barat AKP Sumarno didampingi, Kanit Reserse dan Kriminal Polsek Metro, AIPTU Supiandy, membenarkan adanya pristiwa pengeroyokan tersebut. Kini dari lima korban baru tiga korban yang melapor dan sudan dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP).

“Penyidik belum bisa menetapkan tersangka, bahkan menangkapnya. Sebab bulum ada bukti otentik yang kuat, serta kurangnya sejumlah saksi di tempat kejadian malam itu,”bebernya.

Sambungnya, sebab pucuk permasalahan pristiwa aksi pengeroyokan belum kita kantongi. Beberapa keluarga pelapor dan terlapor satu persatu sudah mendatangi Mapolsek, semoga ada jalan dan mendapat solusi terbaik agar permasalah ini tidak panjang lebar,”ujarnya.(*/fdy)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here