Beranda Radar News Tercemar Limbah, LH Bingung Soal Uji LAB

Tercemar Limbah, LH Bingung Soal Uji LAB

132
0
BERBAGI
Kadis Lingkungan Hidup Kota Metro, Ir. Eka Irianta

METRO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro nampaknya belum bisa berbuat banyak mengambil langkah terkait sumur warga Tejoagung yang diduga tercemar limbah dugaan dari pasar Tejoagung yang kian hari semakin meresahkan warga yang tinggal di sekitar pasar tersebut.

Dikonfirmasi Radar Metro, Kadis Lingkungan Hidup Kota Metro, Ir. Eka Irianta berjanji secepatnya akan mengambil langkah adanya sumur warga yang tercemar. Kita akan terjunkan tim pengawasan kelokasi untuk menganalisis dampak pencemaran itu sumbernya dari mana.

“Soal uji laboratorium, jujur ini sangat delematis. Mengingat peralatan uji LAB ini belum memenuhi standar akreditasi keabsahan secara dasar hukum. Makanya itu, tim masih menelusurin terlebih dahulu  asal mula pencemaran sumur itu,” katanya, kamis (27/4) kemarin.

Tim pengawasan, lanjut Eka akan mengambil simple air sumur yang sudah tercemar limbah, dilakukan uji LAB. Apakah berasal dari limbah pasat atau dari sapty tank, bisa jadi dari limbah lain. Sementra alat LAB Dinas Lingkungan Hidup belum terakreditas, makanya tidak berani.

“Kalau toh memungkinkan air tersebut yang akan diuji LAB kita bawa ke Balai Laboratorium Povinsi. Sebab disana yang membunyai LAB berstandar dan sudah terakreditasi,”terangnya.

Diberitakan sebelumnya, sejak dua (2) tahun silam sumur Warga Jalan Belimbing RT 38 RW09 Kelurahan Tejoagung, Metro Timur tercemar limbah resapan dari pasar ikan Tejoagung. Kini warga sekitar.

Ditemui Radar Metro, dikediamanya Asnawati (60) Warga yang menjadi korban mengatakan bahwa, sumur miliknya yang berada di belakang rumah saat ini sudah tidak bisa difungsikan lagi, padahal setiap hari air sumur itu bermanfaat untuk memenuihi kebutuhan sehari –hari.

“Saat ini sumur tersebut ditutup mengunakan papan pastik. Sebab kalau tidak ditutup mengeluarkan bauk tak sedap dari dalam sumur. Iya bauknya mirip air limbah pasar ikan,”ungkapnya.

Saat ini, kata Asnawati dirinya bersama keluarga hanya bisa pasrah. Tahun 2016 lalu pihak pedagang sudah bertanggungjawab dengan membantu menguras air sumur. Sudah dua kali namun tidak ada perubahan signifikan, tetap saja keruh dan bauk.

Karna sudah tidak dimanfaatkan, akhirnya inisiatif membeli pipa untuk menyalurkan air bersih dari tower di depan Puskesmas Tejoagung. Sebab drainase didepan rumah juga rusak, kalau datang hujan air limbah dari pasar sampai meluap hingga kepelataran rumah.

“Saya sudah melaporkan kondisi ini kepada pamong RT RW, dengan harapan dapat ditindaklanjuti oleh Lurah dan Camat. Untuk mencarikan jalan keluar agar kedepan ada solusi, selain sumur tercemar, akibat polusi bauk udara juga sangat mengganggu kesehatan saat beraktifitas didalam rumah,”ujarnya.(*/fdy) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here