Beranda Radar News Irianto : Proyek Sedikit yang Minta Banyak

Irianto : Proyek Sedikit yang Minta Banyak

387
0
BERBAGI
Radarmetro.com,METRO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Metro mengakui banyaknya gesekan dibawah dinas yang dipimpinnya. Pasalnya, jumlah paket pekerjaan yang lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah rekanan menjadi pemicu utama terjadinya gesekan.
 
“Gesekan itu pasti terjadi. Dan saya rasa semua yang duduk disini pasti pusing. Karena masalahnya paketnya (kerjaan) sedikit, tapi yang mau banyak,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Metro Irianto Marhasan saat ditanya mekanisme pelaksanaan pekerjaan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPRD Metro, Rabu (3/5/2017).
Meski begitu, ia mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk tetap menghadapi permasalahan tersebut dengan tidak emosi. “Ya kalau ada yang mau pukul, biarkan saja dipukul. Nanti kita tinggal lanjutkan lapor polisi,” cetusya.
Dikatakannya, untuk proyek penunjukkan langsung (PL) memang dalam kendali Dinas PU. Namun, untuk proyek tender diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) lewat mekanisme lelang. “Ya kalau tender memang ULP, tapi untuk penunjukan langsung diserahkan dinas,” jelasnya.

Sebelumnya, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Kota Metro Robby K Saputra mengaku, untuk nilai total proyek pada Cipta Karya tahun ini sebesar Rp 22.014.000.000  yang terbagi dalam 140 paket PL.

Sementara itu, dakam hearing tersebut Komisi I DPRD Metro mempertanyakan terkait mekanisme pengerjaan proyek. Dewan juga mempertanyakan kenapa proyek jalan selalu menjadi langganan, sedangkan jembatan dan drainase lebih sedikit.

“Untuk jembatan dan drainase itu kan satu paket dengan jalan. Jika drainase jelek, imbas ke jalan kan bisa cepat rusak. Apalagi drainase ini kalau tidak baik menyebabkan penyumbatan air. Jadi tergenang dan banjir lokal,” ungkap Wakil Ketua Komisi I DPRD Metro Nasrianto Effendi.

Senada dikatakan Ketua Komisi I Basuki. Diakuinya, banyak jalan di Bumi Sai Wawai yang kondisinya sudah baik dan bahkan dilebarkan. Namun, jembatan tidak tersentuh. “Contohnya di Imam Bonjol 22 itu. Jalannya lebar, jembatannya kecil,” tutupnya. (ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here