Beranda Pendidikan Mahasiswa Ancam Demo Walikota Metro

Mahasiswa Ancam Demo Walikota Metro

157
0
BERBAGI
RMETRO – Ribuan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim Kota Metro mengancam akan menggelar aksi ke jalan. Itu menyusul nasib ribuan mahasiswa yang masih terkatung-katung. Mahasiswa pun mengaku resah lantaran terancam tidak dapat melanjutkan pendidikannya.
“Kami baru mendengar kabar tadi dari media. Jika benar kampus ini mau digusur, pemkot juga harus bijak. Jujur kami merasa sedih dan resah. Namun kami berharap pihak yayasan mencari solusi. Sehingga kami mahasiswa tidak tidak terkatung-katungbdan bisa kembali belajar,” ujar Muchlis mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga (HK) Fakultas Syariah IAI Agus Salim Kota Metro, Kamis (18/5).
Diakuinya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan maka akan menimbulkan gejolak di kalangan mahasiswa. “Jangan sampai kondisi kampus makin memburuk dan berdampak kepada masa depan mahasiwa,” tuturnya.
Senada dikatakan Ade Febrianto Mahasiswa Semester II Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Syariah. Menurutnya, jika seandainya keputusan pemerintah memberikan waktu hanya enam bulan dan tidak memberikan toleransi, maka mahasiswa akan menggelar aksi sebagai bentuk bela sungkawa para mahasiswa.
“Kami disini untuk belajar dan menuntut ilmu. Apalagi Metro ini kan visinya kota pendidikan, harus selaras mendukung penyelenggaraan pendidikan. Namun kalau tempat belajar kami mau digusur, pemerintah juga harus bijak. Kalau tidak kami juga akan menggelar aksi bersama ribuan mahasiswa lainnya,” cetusnya.
Sementara itu, dikonfirmasi wartawan Walikota Metro Achmad Pairin mengaku akan mengkaji kembali soal tenggat waktu 6 bulan yang diberikan. Namun Pairin meyakinkan bahwa tetap akan meminta kembali aset yang telah digunakan pihak yayasan tersebut. “Akan dikaji. Tanah itu milik pemda. Nah sekarang kami mau minta tanah ini lagi,” cetusnya.
Sementara itu, terkait ganti rugi dalam perjanjian awal Pairin secara tegas tidak akan memberikan ganti rugi. Menurutnya, pemkot sudah memberikan waktu selama 50 tahun untuk penyelenggaraan pendidikan tersebut.
“Tanah ini kan milik pemda. Kalau sampean punya tanah, dipakai orang 50 tahun terus ganti rugi opo? Mestinya saya yang minta ganti rugi, bangunan? Ya salahnya sendiri bangun, yang suruh bangun sapa?” kilahnya.
Selanjutnya, terkait kesepakatan ganti rugi tersebut menurut Pairin bahwa perjanjian tersebut bisa secara langsung batal. “Kalau namanya MoU, kalau bertentangan dengan undang-undang lebih tinggi maka secara otomatis itu batal. Yang punya tanah itu kan saya, saya mau pakai, ya salah sendiri pakai,” ungkapnya.
Sementara terkait pemkot yang dinilai tidak pro pendidikan, dengan visi kota pendidikan ia membatahnya. Menurutnya, pemerintah yang memiliki vidi sebagai kota pendidikan. “Kalau saya dikatakan gak punya visi pendidikan, yang punya visi itu kan saya, Kota Metro, bukan yang lain, bukan Agus Salim,” timpalnya.
Sebelumnya, Rektor Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim Lampung Ahmad Choiri didampingi Ketua I IAI Agus Salim Cusnul Fatarip menjelaskan, lokasi itu sudah dipergunakan untuk sekolah formal sejak tahun 1963, namun untuk yayasan pendidikan islam secara umum sudah digunakan sejak tahun 1956.

”Nah pada tahun 2003 keluar sertifikat tanah itu atas milik pemkot. Nah dalam sertifikat ini juga disebutkan bahwa lokasi ini boleh digunakan oleh yayasan pendidikan islam selama itu diperlukan. Nah kemudian tahun 2012, yayasan mendirikan STIP Kumala dengan syarat pihak yayasan harus punya tanah milik pribadi atau sewa,” terangnya.

Selanjutnya tahun 2013 ada MoU dengan pemkot yang ditandatangani antara pemilik yayasan dengan walikota pada saat itu. Salah satu klausulnya menyebutkan jika sewaktu-waktu digunakan pemkot, maka YPPI akan mendapat ganti bangunan beserta fasilitas yang setara.

”Nah, kemarin bulan April kita diberikan surat pertama dan terakhir pada 5 Mei 2017. Pada saat pertemuan di pemkot kemarin, secara lisan oleh Pak Supriyadi dari bagian Aset itu meminta kita untuk mengosongkan tempat selambat-lambatnya 6 bulan. Mereka bilang lokasi itu akan digunakan sebagai tempat parkir,” ungkapnya.(ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here