Beranda Pendidikan Mahasiswa Kepung Kantor Walikota Metro

Mahasiswa Kepung Kantor Walikota Metro

393
0
BERBAGI

RMETRO –  Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam perwakilan himpunan mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Metro mengepung kantor pemerintah kota (Pemkot) Metro, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (22/5).

Dari pantauan Radarmetro.com, mereka berorasi demontrasi dibundaran Tugu Pena Kota Metro. Tak puas sampai disitu puluhan mahasiswa tersebut langsung menuju kantor Pemkot untuk bertemu dengan Walikota Metro, Achmad Pairin.
Aksi mulai memanas ketika puluhan mahasiswa dihalangi masuk oleh puluhan personil Polres Metro, dan dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Lantaran kesal para mahasiswa membakar ban tepat di pintu gerbang kantor Pemkot Metro.

Para mahasiswa menyampikan 3 (tiga) tuntutan, diantaranya meminta Pemkot Metro untuk bertangjawab terhadap 1.200 mahasiswa dan 200 pelajar atas rencana akan dilakukan pengusuran Gedung IAIN Agus Salim dibawah nagungan YPPI Lampung.

Kemudian mempertangg jawabkan statement kepala daerah yang tidak pantas dilontarkan ke publik yang terkesan arogansi, dan mempertanggjawabkan  atas beberapa penodaan visi dan misi Kota Metro yang berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan.

Setelah berorasi sekitar 30 menit lamanya, Walikota Metro, A.Pairin tidak keluar lantaran sedang dinas luar (DL) di Bali. Akhirnya dengan sikap bijaksana Wakil Walikota Metro, Djohan menyampaiakan permohohan maaf dan memfasilitas perwakilan HMI untuk masuk di ruang OR Pemkot Metro.

“Saya berjanji akan memfasilitasi permintaan maaf Walikota kepada masyarakat. Mengenai tuntutan HMI, nanti  akan kita rapatkan duduk bersama dengan Walikota beserta perangkat kerja, dan pihak STIT Agus Salim berikut YPPI Lampung, guna mencari solusi terbaik,”ucap Wakil Walikota Metro, Djohan.
Pemkot Metro, lanjut Djohan baru melakukan audensi dengan pihak YPPI baru satu kali. Mereka meminta perpanjangan waktu, atau mereka minta ganti rugi. Lalu pak wali sudah memerintahkan untuk mengkaji kembali hasil audensi waktu itu.

“Pemkot Metrosama sekali belum memutuskan untuk menggusur IAI Agus Salim. Ia pun mengaku sampai saat ini Walikota Metro masih berkomitmen menjaga visi misi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan,”katanya.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Kota Metro, M. Rozhi menilai bahwa kepastian terkait penggusuran gedung IAI Agus Salim dengan tenggang waktu deadline  6 bulan, itu benar-benar kebijakan kurang manusiawi dan terkesan pemkot dinilai tidak pro pendidikan.

“Setelah berdialog ternyata terjawab. Bahwa belum ada kepastian terkait masalah penggusuran. Dengan gaya premanismenya bicara di depan media massa dan dijadikan bahan komsumsi masyarakat umum pak. Timbul pertanyaan , kenapa sosok yang arogansi bisa memimpin Kota Metro,”tegas Rozhi.(fdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here