Beranda Nasional Tak Beri THR ! Perusahaan Cuma Kena Sanksi Administrasi

Tak Beri THR ! Perusahaan Cuma Kena Sanksi Administrasi

150
0
BERBAGI
Kadis Tenaga Kerja, Drs. Rahmad

RMETRO – Sudah H- 9 Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijiryah 2017. Dinas Tenaga Kerja, Pemberdayaan Masyarakat dan Transmigrasi (Disnaker PM dan Trans) Kota Metro belum menerima pengaduan karyawan soal tunjangan hari raya (THR) ditempat mereka bekerja.

Kadis Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnaker PM dan Trans) Kota Metro, Drs. Ramad Zainudin menyatakan, bahwa belum ada pengaduan terkait masalah THR. Kita sudah buka posko sejak H-25. Berkaca dari tahun sebelumnya memang tidak ada karyawan yang mengadukan soal pemberian THR oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

“Bila pun ada Disnaker hanya sebatas menerima pengaduan tersebut. Kemudian pengaduan kita kirim ke Disnaker Provinsi Lampung agar ditindaklanjuti. Pemberian sanksi bagi perusahaan yang tidak memberikan THR kepada pekerjanya cuma sebatas sanksi administrasi saja,”ungkapnya, Jumat (16/6).

Meskipun demikian, Rahmad mengakui, kesadaran perusahaan di Kota Metro dalam membayarkan THR semakin tahun semakin meningkat. Di Kota Metro ada 430 perusahaan, secara ril kita tidak paham. Namun, perusahaan tersebut ada skala kecil, dan menengah. Mereka bergerak dibidang percetakan, distribusi, perdagangan, pembiayaan, perbangkan, dan jasa pendidikan.

“Ada ribuan perusahaan. Tapi hanya 430 perusahaan yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kota Metro. Perusahaan kecil mempekerjakan diatas 5 orang, perusahaan sedang 50 orang, dan perusahaan besar 100 orang. Perusahaan wajib memberikan THR bagi pekerja,”ujarnya. (fdy).

“Pemkot Berikan Surat Edaran ke Perusahaan”

Pemerintah Kota ( Pemkot) Metro melalui Dinas Tenaga Kerja, Pemberdayaan Masyarakat dan Transmigrasi Kota Metro telah memberikan surat edarar No.560/476/D.7/02/2017 tentang pembayaran tunjangan hari raya (THR) keagamaan bagi pekerja, buruh di perusahaan.

“Surat edaran tersebut dalam rangka memelihara kondisi hubungan industrial tetap harmonis di perusahaan berkaitan dengan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah 25-26 Juni 2017 mendatang,” kata Kadis Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnaker PM dan Trans) Kota Metro, Drs. Racmad Zainudin.

Menurut Rahmad surat edaran itu berdasrakan peraturan pemerintah No.78/2015 tentang pengupahan dan peraturan mentri ketenagakerjaan No.6/2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan.

“Perusahaan wajib membayar THR pekerja yang memiliki masa kerja 1 (satu )bulan atau lebih sesuai dengan agamanya sebanyak 1 kali dalam satu tahun. Perhitungan berdasarkan nilai THR bagi pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih sebesar satu bulan gajih. Sedangkan masa kerja 1 bulan lebih tetapi kurang dari 12 bulan secara profesional dengan perhitungan masa kerja di kali satu bulan gajih,”bebernya.

Lebih lanjut, Rahmad menambahakan apabila besaran nilai THR bagi pekerja diatur dalam peraturan perusahaan, perjanjian kerjasama (PP/PKB) atau menurut kebiasaan yang berlaku perusahaan lebih besar dari besaran nilai THR sebagaimana poit 2 diatas , maka THR yang dibayarkan adalah sesuai dengan besaran nilai THR dalam PP/PKB tersebut.

“Pelaksanan pembayaran THR bagi pekerja wajib diberikan selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya keagamaan berlangsung. Bagi perusahaan yang terlambat atau tidak membayarkan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,”tungkasnya.(fdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here