Beranda Nasional Gara-Gara Honda Beat, Anak Gorok Ibu

Gara-Gara Honda Beat, Anak Gorok Ibu

432
0
BERBAGI

TANGGAMUS – Warga Tanggamus kali ini digegerkan dengan jenazah yang meninggal akibat luka gorokan yang ditemukan di dalam rumah, Jumat (8/9). Korbanya adalah Siti Aminah (60) warga Dusun Batu Peti Kecamatan Limau, Tanggamus.

 

Keluarga korban berduka mengetahui kejadian tersebut. Duka keluarga semakin mendalam dikarenakan sang jagal adalah anak kandungnya sendiri.

 

Anak kandung yang durhaka itu namanya Yudi (23). Diduga anak kandung tersebut rela menghabisi nyawa orang tuanya gara-gara tak diajak ke dealer untuk dibelikan sebuah motor Honda Beat.

Kapolsek Limau Iptu Rukmanizar mengatakan motif pelaku menghabisi korban lantaran janji membelikan sepeda motor tak kunjung dipenuhi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, ternyata motif YD tega menghabisi nyawa ibu kandungnya, hanya perkara dia minta dibelikan sepeda motor honda beat,” kata Kapolsek Limau Iptu Rukmanizar mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, Sabtu (9/9).

Padahal, lanjut Kapolsek, ibunya menyanggupi membelikan motor pada tahun depan, jika sudah memiliki uang tetapi YD memaksa minta motor pada saat itu juga sehingga terjadi percekcokan.

“Pelaku akan kami periksa dulu kejiwaannya di rumah sakit jiwa Bandar Lampung,” katanya.

Iptu Rukmanizar mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, jenazah Siti Aminah awalnya ditemukan oleh saksi Rahmat Suseno (18).

Saat itu Rahmat bertemu pelaku dijalan dusun setempat. Rahmat curiga lantaran melihat tangan pelaku terdapat darah.

“Atas dasar kecurigaan tersebut Rahmat kemudian mendatangi rumah pelaku dan melihat Siti Aminah telah tergeletak dengan luka leher bekas gorokan. Mengetahui hal tersebut Rahmat memberitahukan kepada temannya, Mitro (20) lantas diteruskan warga lain dan warga menghubungi Polsek Limau,” kata Kapolsek Limau.

Sementara berdasarkan keterangan pelaku, mulanya dia berada didapur dan ibunya berada diruang tamu sambil tiduran, lalu dia memanggil ibunya terjadilah percekcokan hingga dan terjadi peristiwa pembunuhan terasebut.

“Setelah ibunya tergeletak, pelaku pergi meninggalkan TKP, kemudian di jalan tidak jauh dari rumahnya pelaku bertemu saksi Rahmat,” ujar Kapolsek

Saat ini pelaku berikut barang bukti yang dapat disita berupa sebilah golok sepanjang 30 cm, pakaian korban dan belaku yang masih menyisakan bekas darah disita sebagai barang bukti. Yudi kini mendekam di Polsek Limau guna penyidikan lebih lanjut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagai mana dimaksud dalam pasal 338 KUHP, pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara. (zim/iqb/suf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here