Beranda Nasional Pekalongan Terbanyak DBD

Pekalongan Terbanyak DBD

434
0
BERBAGI

radarmetro.com – Kecamatan Pekalongan menjadi daerah dengan tingkat penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Lamtim, dari Januari hingga Agustus 2017 tercatat 223 kasus DBD. Dari jumlah tersebut, 52 penderita merupakan warga Pekalongan.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Sartono mewakili pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Lamtim Mirwansyah mengatakan, pihaknya cukup konsen dengan perkembangan DBD. Mengingat penyakit ini dapat mengakibatkan kematian apabila terlambat dalam penanganannya.

“Dari 24 kecamatan di Lamtim, Pekalongan memang menjadi daerah dengan tingkat penderita DBD tertinggi yakni 52 orang. Kemudian disusul Kecamatan Sekampung Udik dengan total penderita sebanyak 34 orang,” jelasnya.

Ia juga mengatakan,  untuk jumlah keseluruhan dari bulan Januari hingga Agustus 2017 terdapat 223 kasus. Termasuk 2 kasus  terbaru yang diderita oleh warga Desa Sukadana.

Jumlah tersebut memang masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 415 kasus. Meski DBD terus membayangi sejumlah daerah, lanjut Sartono, pihaknya masih bersyukur karena sepanjang tahun ini belum ada korban jiwa akibat penyakit yang bersumber dari nyamuk aedes aegypti tersebut. Ini tentu tak lepas dari kesigapan petugas di lapangan dalam mengakomodir laporan warga.

“Upaya pencegahan kami lakukan dengan melakukan fogging atau pengasapan dan juga pemberian bubuk abate kepada masyarakat, terutama di daerah endemik DBD,” terangnya.

Selain itu, tambah Sartono, tak jarang pihaknya juga mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup sehat dengan membersihkan lingkungan di sekitar rumah. Termasuk menerapkan 3M plus yaitu menguras dan membersihkan penampungan air, menutup rapat-rapat penampungan air, dan mengubur, memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang yang bisa menampung air.

“Tidak hanya itu,  masyarakat diharapkan dapat menggunakan kelambu atau obat nyamuk saat tidur, menaburkan bubuk abate di tempat-tempat penampungan air dan lain-lain,” tandasnya. (rnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here