Beranda Uncategorized Wakapolres Akui Anggotanya Pakai SS

Wakapolres Akui Anggotanya Pakai SS

192
0
BERBAGI

METRO – Terkait perkembangan atas ditemukannya alat hisap sabu (Bong) di dalam kendaraan dinas (Randis) pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timu minggu 8 oktober 2017 lalu.

Kini jajaran Polres Metro masih menunggu limpahan berkas dari Polda atas dugaan keterlibatan oknum anggotanya.

Waka Polres Metro Kompol. M. Reza C.A.S mengatakan, bahwa pihanknya serta jajaran Polres Metro masih menunggu limpahan berkas dari Polda atas dugaan keterlibatan oknum anggotanya.

“Sudah kita proses itu, anggotanya sudah kita bina bahkan polda yang sudah membinanya. Iya jadi setelah beberapa waktu dia datang mengaku itu mobil dia, karena ada temuan alat hisap itu, terus kita cek urine ternyata positif. Jadi kita sudah lakukan proses sesuai dengan aturan disiplin anggota,” ungkapnya, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (19/10).

Terkait sangsi yang akan di berikan, kata Reza pihaknya hingga kini masih menunggu limpahan berkas dari Mapolda Lampung. “Untuk sangsi sendiri, ya nanti dia bisa penempatan khusus dan yang lain-lain sesuai nanti sidangnya seperti apa saat di putuskan,” tegasnya.

Ia menambahakan Polres Metro masih menunggu pelimpahan berkas dari polda, sekarang kan lagi di proses di polda jadi proses penyelidikannya dilakuka oleh Polda. “ Nanti baru dilimpahkan ke polres untuk di sidangkan, nanti kita yang memutuskan apa hukumannya,”imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Polsek Metro Pusat menemukan alat hisab sabu (bong) dan diduga sisa pakai narkoba jenis sabu di dalam pirek di dalam kendaraan dinas (Randis) Toyota Kijang LGX warna biru nomor polisi BE 2026 NZ di Jalan Hasanudin Imopuro Metro Pusat, Minggu (8/10/2017).

Randis tersebut terparkir di depan rumah Lexsi Mufahir warga Kelurahan Imopuro Kecamatan Metro Pusat.

”Saya pulang ke rumah, Minggu (8/10/2017) sekitar pukul 01.00 WIB mobil itu sudah ada di situ,” terang Lexsi.

Namun saat ia keluar rumah pada pukul 12.00 WIB mobil itu masih ada di posisi yang sama. Merasa curiga, dirinya melaporkan peristiwa itu kepada RW setempat.

”Pasti curigalah, kalau mogok masa sampai jam segitu belum diambil. Saya langsung laporkan saja ke RW. Dan RW langsung melaporkan ke polisi,” jelas dia.

Setelah datang polisi, lanjut dia, bersama warga setempat mobil tersebut pun akhirnya dibuka paksa. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan alat hisap sabu dan diduga narkoba jenis sabu sisa pakai di dalam pirek yang tersimpan di box consule.

”Posisi plat depan belakang tidak dipasang, ditemukan di dalam mobil. Saya ini saya sedang dalam perjalan ke Polsek Metro Pusat untuk membuat laporan,” Pungkasnya. (fdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here