Beranda Nasional Voice Of Love Kanaya, Sang Juara Nasional

Voice Of Love Kanaya, Sang Juara Nasional

263
0
BERBAGI

METRO – Kanaya Ramadhanita Manuhutu, siswi kelas XI SMA Negeri 1 (SMANSA) Metro berhasil menyabet juara dua lomba pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (llaj) tingkat Nasional. Alat yang diberi nama voice of love (suara cinta) tersebut berhasil memikat hati para juri.

Hasbulak selaku Wakil Kesiswaan (SMANSA) Metro mengemukakan, pada awalnya ada sepuluh kandidat calon peserta dari SMANSA Metro. “Dari kesepuluh kandidat tersebut terpilihlah tiga anak untuk mengikuti seleksi di Provinsi. Kemudian di Provinsi terpilih lah Kanaya untuk mewakili sekolah kami. Ini merupakan kali keempat SMANSA Metro menjuarai pelajar pelopor tingkat Nasional,” tuturnya, Kamis (16/11/2017).

Kanaya selaku juara pelajar pelopor menuturkan, ide penciptaan voice of love tersebut berawal dari pengalaman pribadinya. “Kenapa diberi nama voice of love (suara cinta), karena alat ini memiliki nilai psikis. Dimana akan ada suara dari orang yang dicinta misal anak, ayah, ibu, pacar, adik, kakak dan lainnya. Alat ini juga membantu pengendara untuk mengetahui bahwa dia sedang melaju di atas batas kecepatan. Tujuan adanya alat ini adalah untuk memaksa pengendara kendaraan bermotor agar tidak kebut-kebutan, tapi dengan cara penyampaian yang berkesan tidak memaksa. Kan kalau suara dari orang tersayang akan membuat orang lebih tergerak untuk melakukannya,”jelasnya.

Lebih lanjut, ada dua mode di dalam voice love tersebut, mode manual dan otomatis. “Jika kita atur di mode manual maka kita dapat menyesuaikan di kecepatan berapa lampu indikator akan menyala, kecematan maksimal 100 kilo meter per jam. Sedangkan mode otomatis sudah teratur kecepatan maksimal di angka 70 kilo meter per jam. Jadi jika pengendara sudah melaju dengan kecepatan maksimal lampu indikator akan menyala dan mengeluarkan suara. Sebelum digunakan pengguna harus merekam suara di terlebih dahulu, untuk menjadi peringatan ketika pengendara melaju di kecepatan maksimal,” ucapnya.

“Ide Saya sempat berkali-kali ditolak, karena banyak faktor yang membuat ide saya selalu ditolak. Kurang lebih saya ganti ide sampai lima kali. Dan ahirnya saya mantap dengan ide saya yang voice of love ini. Persiapan ke Nasional itu cukup mantap, karena kita juga dilatih dan dibimbing oleh Kakak-kakak yang sebelum nya pernah mewakili lampung ke nasional. Jadi dapat tips dan trik juga dari mereka. Lalu h-7 ke nasional itu, kita dipanggil lagi ke Dinas Perhubungan (DISHUB) untuk presentasi di depan wakil-wakil DISHUB. Dan banyak dari mereka yang tertarik dengan ide saya,” jelas kanaya.

Lebih lanjut, Hasbulah menuturkan, bahan baku pembuatan voice of love tersebut keseluruhan dari barang bekas. “Lampu indikatornya lampu bekas, soundnya dari bekas musik box, batre bekas hp. kerangkanya dari bekas papan ulangan, dan kabel-kabelnya pun juga memanfaatkan kabel yang ada di rumah Kanaya. Dalam proses pembuatan voice of love ini, banyak yang berperan untuk mengarahkan kanaya, seperti pihak sekolah, DISHUB, dan yang paling berperan penting iyalah orang tua Kanaya,” tuturnya.

Perlu diketahui, perlombaan pelajar pelopor tingkat nasional tidak hanya prsentasi prihal ide penciptaan alat keselamatan berkendara saja. Tapi juga terdapat acara kreasi anak, yaitu pertunjukan pentas seni khas daerah masing-masing. Yang bertujuan mencari juara favorit putra/i. Dalam keseempatan itu kanaya menampilkan tari kreasi lampung dan lagu Sang Bumi Ruwai Jurai.

Kanaya menambahkan, ke depan dia ingin bekerja sama dengan perusahan yang bergerak di bidang transportasi darat, untuk merealisasikan karyanya tersebut. “Saya pengen alat saya tersebut jika dipasang di mobil tidak kelihatan. Seperti halnya cd player dulu kan di letakkan di atas dasbor, sekarang tidak kelihatan karna sudah diletakkan di dalam dasbor. Saya kepengen voice of love ini seperti halnya cd player, diletakkan di dalam dasbor. Harapan saya, voice of love bisa membuat orang lebih sadar akan keselamatan berkendara kendaraan bermotor. Dengan cara yang lebih menarik, dan melakukannya bukan karna paksaan, tapi karna kesadaran,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here