Beranda Nasional DPP PAN: Kemungkinan PAN Tidak Jadi Dukung Arinal Besar

DPP PAN: Kemungkinan PAN Tidak Jadi Dukung Arinal Besar

2063
0
BERBAGI

LAMPUNG – Ketua DPP Partai Amanat Nasional yang juga Ketua Umum Barisan Muda (BM) PAN Yandri Susanto mengatakan, dinamika politik di Lampung terus dipantau. Selain karena Ketum Zulkifli Hasan yang memang orang Lampung, dinamika politik diprediksi akan berubah drastis pasca munaslub Partai Golkar. Hal ini sudah dipantau oleh DPP PAN termasuk kasus rekomendasi Jawa Barat yang mendukung Ridwan Kamil lantas dicabut.

Seperti diketahui, sebelumnya PAN memberikan dukungan kepada Arinal Djunaidi yang merupakan Ketua DPD I Golkar Lampung. Namun belakangan, dampak munaslub yang digelar membuat gejolak di tubuh partai beringin itu termasuk di Lampung. Beberapa politisi Golkar mulai berani menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan Arinal termasuk soal elektabilitas yang dinilai masih jauh di bawah Mustafa dan Herman HN.

“DPP PAN itu baru hanya mengeluarkan surat tugas lho, bukan rekomendasi untuk pendaftaran ke KPU. Sangat mungkin dukungan akan berubah ke calon lain. Jadi antara akan mendukung atau tidak mendukung Arinal itu sama besar. Karena kita pantau terus dinamika politik di Lampung ini. Kita ingin mencalonkan orang yang benar benar mempunyai kemampuan dan kredibilitas untuk memajukan Lampung,” ujar Yandri saat dikonfirmasiĀ lampuijo.comĀ (Grup Radar Metro), Senin (18/12/2017).

Yandri menambahkan, ada poin poin dalam surat tugas yang diberikan kepada Arinal untuk segera ditindaklanjuti. Di antaranya siapa partai koalisinya, bagaimana tim pemenangannya, dan yang paling penting siapa calon wakilnya. Hingga saat ini, menurut Yandri, belum ada laporan masuk mengenai tugas tugas yang diamanatkan dalam surat tugas tersebut.

“Dalam surat tugas memang tidak ada batas akhir waktunya, tapi kami juga terus memantau seperti apa perkembangannya. Kita juga tidak ingin hanya menjadi pengikut karena Ketua DPW PAN Lampung juga kan sangat aktif. Jadi kemungkinan PAN untuk mendukung calon lain seperti Mustafa dan Ridho juga besar, belum pasti ke Arinal. Tergantung dinamika politiknya termasuk dinamika politik internal Golkar itu sendiri,” jelas Yandri.

Seperti diketahui, Mustafa dan Ridho sama sama memiliki peluang besar untuk mendapatkan rekomendasi dari PAN. Kalau Ridho karena kedekatan dengan Bachtiar Basri, kalau Mustafa kedekatan dengan adik Ketum PAN Zulkifli Hasan, yakni Helmi Hasan. Namun, Ridho belum memiliki perahu dan koalisi yang cukup untuk maju, yakni Demokrar dan PPP yang hanya total 15 kursi dari syarat minimal 17 kursi. Sedangkan Mustafa dengan Koalisi Kece nya sudah memiliki 18 kursi yakni dari NasDem, PKS, dan Hanura. Sedangkan PAN menginginkan calon yang diusung sudah memiliki cukup kursi dan cawagub untuk direkomendasikan.

Patut ditunggu kemana kapal PAN akan berlabuh. (bnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here