Beranda Nasional 3 Tahun Memimpin, Jokowi-JK Dinilai Kurang ‘Ramah’ dengan Perempuan

3 Tahun Memimpin, Jokowi-JK Dinilai Kurang ‘Ramah’ dengan Perempuan

48
0
BERBAGI

Tiga tahun pemerintah Jokowi-JK, persoalan hak-hak perempuan masih belum sepenuhnya tuntas. Negara dinilai belum sepenuhnya hadir untuk kaum hawa.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua Solidaritas Perempuan (SP), Puspa Dewi. Puspa mencontohkan bagaiaman implementasi dan penyelarasan Nawacita Jokowi-JK masih jauh panggang dari api.

“Kalau kami melihatnya menurun, karena catatan Komnas Perempuan dan SP semakin meninggi angka kekerasan, ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan,” tegas Puspa di Jakarta, Senin (8/1).

SP menyoroti agenda pembangunan yang dilakukan di masa kepemimpinan Jokowi-JK masih patriarki.

Hingga saat ini, SP melihat masih ada kebijakan diskriminatif yang menyasar tubuh dan ruang gerak perempuan.

“Pengakuan negara terhadap perempuan yang berpforesi sebagai nelayan, pekerja rumah tangga, belum sepenuhnya maksimal,” ujar dia.

Puspa juga menilai perlindungan perempuan atas hidup, sumber kehidupan dan ruang hidup masih kurang terjamin.

Indikatornya bisa terlihat dengan masih maraknya penggusuran, perampasan tanah, pencemaran lingkungan, pembatasan akses dan kontrol atas sumber kehidupan, dan kekerasan (termasuk kriminalisasi dan intimidasi.

Puspa memaparkan, 80 persen perempuan tercatat tidak memiliki akses kepemilikan tanah. Kemudian perempuan pesisir atau nelayan bahkan masih bekerja dalam rentang 15-17 jam perhari.

“Sementara data SP tahun 2017 menunjukkan setidaknya ada 3 perempuan pejuang dalam konflik agraria. Belum lagi untuk kejadian kekerasan dan pelanggaran hak perempuan buruh migran, data SP 2017 tercatat ada 46 kasus yang ditangani,” ungkap dia.

“Harus ada langkah khusus, prioritas oleh negara untuk bagaimana memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak perempuan di Indonesia,” tutup Puspa. (rgm/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here