Beranda Radar News Aroma Perseteruan Ojek Online dan Ojek Pangkalan mulai Menyeruak

Aroma Perseteruan Ojek Online dan Ojek Pangkalan mulai Menyeruak

171
0
BERBAGI

9METRO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro membekukan ojek online sementara di Bumi Sai wawai. Itu menyusul adanya ancaman dari diver konvensional.

Kepala Dishub Kota Metro M. Syafei, SY melalui Angkatan Candra Laksana menyatakan bahwa, hingga kini pihaknya baru menerima audiensi dari driver konvensional yang mengais rezeki.

“Yang jelas yang telah menghadap saya sebelumnya adalah ojek konvensional mereka minta agar ojek online ini tidak beroperasi, tapi kami enggak bisa memenuhi keinginan nya karena aturan hukumnya tidak ada dan sama-sama ilegal. Tapi karena kebutuhan masyarakat kita silahkan saja,”ungkapnya, Senin (8/1/2018).

Ia berjanji kedepan akan membuat regulasi pembagian wilayah operasional terhadap driver online maupun konvensional.

“Kedepannya akan kita buat regulasi pembagian wilayah kerja, daerah-daerah mana yang bisa di masukin dan yang tidak boleh dimasuki. Paling tidak dengan begitu akan memperkecil gesekan. Dan kedepan setelah berkoordinasi dengan lintas sektor, kami akan mengumpulkan ojek online dan konvensional serta taksi online dan angkot. Kita juga akan buatkan perwali,” jelasnya.

Candra juga menghimbau, untuk sementara waktu aktivitas ojek dan taksi online di Kota Metro harap dibekukan.

“Saya menghimbau ojek online di bekukan sementara. Biar kedepan enggak ada gesekan lagi. Itu seharusnya berkoordinasi dulu dengan perhubungan, supaya aman kedepannya tanpa ada gesekan,” ujarnya.

Sementara diberitakan sebelumnya, puluhan driver online baik motor maupun mobil mendatangi pos Pantau Satuan Sabhara Polres Metro yang terdapat di lapangan Samber kota setempat, Senin (8/1/2018). Kedatangan para driver online tersebut guna meminta perlindungan kepada Polisi setelah sebelumnya mendapat ancaman oleh Driver Konvensional.

Ruri salah seorang Driver Ojek online Grab menuturkan, kumpulnya puluhan driver online tersebut menyusul adanya supir angkutan konvensional yang meminta bertemu dengan semua driver online di Taman Merdeka Kota Metro.

“Jadi tadi awalnya ada kawan kita yang ketemu angkot pekalongan dari arah Smansa pas posisi nggak ngangkut, terus supir angkot itu ngomong suruh kumpulin kawan-kawan grab nanti mau di temuin di taman, kalo enggak kumpul mau di samperin satu-satu. Terus kawan ngabarin dan kita semua kumpul, terus kami kesini,” jelasnya.

Ia menceritakan, kejadian itu berlangsung pagi tadi sekira pukul 09.00 WIB pada hari Senin, 8 Januari 2018. Ia juga mengharapkan agar driver konvensional baik motor maupun mobil angkutan dapat menerima keberadaan driver berbasis online.

“Kejadian tadi pagi sekitar jam 9 kurang, sebelumnya juga saya ngalamin di omongin sama supir angkot yang ngomong nya bawa-bawa suku. Harapan ya kita baik-baik ajalah, jangan swiping-swiping lagi, kita jalan bareng-bareng cari duit juga bareng-bareng,” pungkasnya.

Di kesempatan lain, penyedia jasa ojek berbasis aplikasi online bernama Onejek menyayangkan atas keputusan yang diambil Dishub Metro, dan ia meminta agar Pemerintah Kota Metro dapat segera mengambil kebijakan yang dapat menguntungkan semua pihak.

“Sebenarnya kalo untuk di bekukan sementara sih kita bisa terima bisa enggak ya, karena ini menyangkut dengan pendapatan kawan-kawan juga ya. Tapi kalo memang ini untuk kebaikan bersama kita enggak masalah dari pada nanti ada benturan di luar, kami enggak menginginkan itu. Kalo bisa secepatnya pemkot mengambil kebijakan yang adil dan tidak memihak,” tutur Kurniawan pengurus Onejek Metro. (fdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here