Beranda Nasional Klaim Staf Ahli Menhan Soal 74,3 Juta KBN Dipertanyakan

Klaim Staf Ahli Menhan Soal 74,3 Juta KBN Dipertanyakan

95
0
BERBAGI

Program Bela Negara yang digagas oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengklaim telah mencetak 74,3 juta Kader Bela Negara (KBN) selama tiga tahun kepemimpinan Ryamizard Ryacudu di Kemenhan.

Klaim itu diungkapkan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Menteri Pertahanan, Bondan Tiara. Namun, hal itu dianggap oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi (HMI Badko) Jabodetabeka-Banten Maizal Alfian, hanya mengada-ada.

“Itu angka 74,3 juta jumlah data darimana? Harus ada dasar dan data yang akurat. Jangan asal jeplak aja,” kata Maizal dalam keterangannya kepada redaksi rmol (Jawa Pos Grup).

Maizal menuturkan, jika saja seluruh pegawai negeri sipil (PNS) yang ada di Indonesia dilatih bela negara, maka angkanya tidak sampai sebanyak itu. Atau Ditambah dengan pemerintah melatih seluruh organisasi masyarakat (ormas) yang berbadan hukum.

“Saya berpandangan ini tidak logis, kalau pun pemerintah melatih ormas. Pertanyaannya ormas yang mana saja dan berapa jumlahnya?” ucap Maizal.

Mantan Presidium BEM Nusantara ini juga menegaskan, seandainya pemerintah mencetak kader bela negara di masing-masing Provinsi yang setiap bulannya ada 10 ribu orang selama tiga tahun, maka jumlahnya hanya tembus 12 juta orang.

“Kalau kita hitung secara matematika 10 ribu orang kali 34 provinsi dikali 12 bulan kali 3 tahun, maka jumlah kader bela negara yang dilatih sebanyak 12,240,000 orang. Itu Baru berapa? Sisanya mana lagi?” paparnya.

Lebih lanjut, Maizal juga menyoroti soal anggaran pemerintah khususnya Kemenhan untuk melatih 74,3 juta KBN selama 3 tahun pemerintahan.

Sebab, jika saja biaya terendah per peserta diklat bela negara dianggarkan sebesar Rp 1 juta, maka anggaran yang dihabiskan 74,3 triliun.

Sementara, diketahui anggaran Kemenhan sendiri dalam APBN kira-kira hanya berkisar Rp 114 triliun per tahun. Artinya, jika diurai Rp 74,3 triliun dibagi 3 tahun, berarti sudah sekitar Rp 24,76 triliun yang dihabiskan pertahun. Artinya hanya untuk diklat KBN, Kemenhan menganggarkan hingga 21 persen dari total anggarannya.

“Pertanyaannya, apa iya anggaran Kemenhan dalam menjalankan program bela negara memang sebanyak itu? Ini tenyu harus diluruskan, khawatirnya jadi isu yang bis mwmbuat gadu pemerintah,” pungkasnya. (dms/jpg/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here