Menteri Kesehatan Kesal, Singgung Bu Susi sampai Masalah Surga-Neraka

Kalimat geram dilontarkan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek atas suara-suara antivaksin dalam setiap gerakan imunisasi massal.

Salah satunya pelaksanaan program ORI (outbreak response immunization) menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah penyakit difteri. Nila heran dengan aksi penolakan terhadap imunisasi yang notabene sangat penting bagi anak.

Dia lantas melontarkan celetukan pedas pada orang-orang tersebut. “Pokoknya membuat orang lain rugi, maka dia masuk neraka bukan surga. Bikin orang sudah mati, maka doanya didengar banget,” tukas Nila dalam konferensi pers evaluasi Imunisasi ORI Difteri di Gedung Kementeriam Komunikasi dan Informatika, Jumat (12/1).

Saking tegasnya, Nila membandingkan dirinya dengan Menteri Susi Pudjiastuti yang berani menenggelamkan kapal.

“Mulai diberlakukan harus suntik sebelum sekolah. Kok Bu Susi boleh tenggelamkan kapal, masa saya enggak boleh suntik orang? Percuma saya dokter kalau enggak boleh nyuntik. Holistik ini lho kerugian negara, kalau yang meninggal bapaknya gimana gara-gara difteri? Enggak bisa cari duit,” papar Nila.

Nila bahkan menegaskan agar semua sekolah memberlakukan aturan untuk mewajibkan semua siswa sebelum masuk SD, sudah divaksin lengkap minimal 4 kali untuk vaksin difteri.

Dia mengklaim sedang mengkoordinasikan dengan Kementerian Pendidikam dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Nanti ada yang namanya buku riwayat imunisasi sebelum masuk sekolah,” jelas dia.

Nila menegaskan banyak orang berpendapat obat herbal atau lewat ASI sudah cukup bagi anak dan tak usah divaksin. Padahal, herbal dan vaksin adalah dua hal yang berbeda.

“Vaksin dan herbal itu beda. Vaksin mencegah secara spesifik, kalau herbal enggak bisa jadi antigen,” kata Nila.

Menurutnya antigen pada vaksin bisa berperan seperti tentara yang menghantam musuh.

“Jadi harus cocok, kalau musuhnya di udara jangan laut yang keluar. Tak cocok hanya dengan herbal. Misalnya temulawak bisa mencegah penyakit liver tapi enggak bisa buat antibody,” tandasnya. (ika/JPC)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM