Beranda Radar News Pembelian Lahan Proyek Diduga Bermasalah

Pembelian Lahan Proyek Diduga Bermasalah

27
0
BERBAGI

//Rencana Pembangunan Flaying Fox di Buper//

 

METRO – Pembelian lahan persawahan di sekitar Bumi Perkemahan (Buper) di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan yang rencananya akan dibangun proyek Flaying Fox oleh Pemerintah Kota Metro dikabarkan bermasalah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media, sejumlah masyarakat menilai, ada permainan dan pembodohan terhadap pemilik sawah pada saat proses negosiasi jual beli tanah tersebut. Sehingga tanah tersebut dijual dengan harga murah. Bahkan masyarakat diiming-imingi janji, bila Buper menjadi destinasi wisata keluarga masyarakat sekitar akan mendapatkan dampak positif terutama perekonomian masyarakat Sumbersari berkembang pesat.

Warga sekitar mengaku lahan tersebut dibeli oleh konglomerat OKB (Orang Kaya Baru) yang saat ini juga menjabat sebagai ASN di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Metro.

Anehnya lagi, lahan tersebut malah dihibahkan ke Pemkot Metro yang saat ini tengah dirancang akan dibangun proyek Flaying Fox. “Ada beberapa pemilik sawah yang menolak, akhirnya tidak jadi dibeli. Awalnya masyarakat tidak mengetahui kalau akan dibangun proyek Flaying Fox,” kesal warga yang enggan namanya dikorankan.

Dikonfirmasi awak media, Lurah Sumbersari M. Rafiuddin membenarkan adanya jual beli lahan persawahan beberapa bulan lalu. Dirinya juga mengaku pada saat itu diundang untuk menghadiri rapat rembuk bersama pemilik tanah dan pamong beserta pembeli di salah satu rumah warga.

“Soal berapa luas lahan dan harganya, saya tidak mengetahui. Pada saat itu, kita hanya meminta kepada masyarakat untuk mendukung program Pemkot Metro. Dan tentunya untuk memperluas lahan dan akan membangun Flaying Fox sebagai wahana permaianan Destinasi Wisata Buper Sumbersari,” singkatnya, Jumat (5/1/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Metro Ir. Yerri Ehwan terang-terangang mengaku saat dikonfirmasi awak media. Bahwasannya dirinya tidak mengetahui siapa pemilik lahan yang menghibahkan ke Pemkot Metro.

“Iya saya tidak tahu, bahkan saya juga tidak mengetahui berapa luas lahan tersebut. Gak penting, yang penting saat ini sudah dihibahkan dan masih dalam proses antara bidang asset dan pertanahan. Kalau saya punya uang, saya juga mau beli,” cetusnya.

Sementara di lokasi juga sudah terlihat galian yang akan menjadi titik bangunan menara utama Flaying Fox. Sedikitnya ada beberapa material besi sudah terlihat di lokasi yang diketahui sudah dianggrakan menggunakan APBD Perubahan 2017 lalu.

“Untuk proyek Flaying Fox, ya akan dilanjutkan di 2018 ini. Kita belum bisa bicara banyak soal luas lahan, hanya yang kita programkan kemarin bentangan Flaying Fox nya itu sepanjang 700 meter. Pagu anggarannya sudah di RAP sekitar Rp2 miliar, tapi itu pagu maksimal dan nanti akan dihitung kembali. Berapa kebutuhan rilnya, ya semoga bisa terealisasi,” pungkasnya. (fdy/ria)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here