Beranda Radar News Penilaian Ombudsman Harus Jadi Motivasi

Penilaian Ombudsman Harus Jadi Motivasi

18
0
BERBAGI

LAMTENG – Terkait penilaian zona merah yang dikeluarkan Ombudsman RI di laman resmi lembaga tersebut, disikapi Midi Iswanto selaku anggota DPRD Lampung yang merupakan daerah pemilihan Lampung Tengah saat dikonfirmasi, Rabu (3/1/2018). Anggota DPRD Provinsi Lampung dari dapil Lampung Tengah Midi Iswanto mengatakan, sejauh ini ia sudah melihat perubahan drastis di Lampung Tengah di bawah kepemimpinan Mustafa-Loekman. Hal ini perlu diapresiasi. Meski demikian, laporan Ombudsman itu juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Saya tinggal di Lampung Tengah, anggota DPRD Lampung dan mewakili khususnya dapil saya Lamteng dan umumnya seluruh masyarakat lampung. Saya akan memberikan pendapat tentu juga objektif apa adanya yang saya ketahui dan saya rasakan. Khusus dapil saya Lampung Tengah, Lamteng di bawah kepemimpinan Mustafa dan Loekman JS secara umum saya melihat sudah banyak kemajuan yang cukup pesat dari semua sektor. Tapi tentu penilaian yang lebih detil dan rinci adalah Ombudsman, penilaian tersebut tentu melihat dari beberapa indikator yang barangkali belum sempurna dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi saya kurang sepakatlah kalo penilaiannya disebut zona merah, zona merahkan kalo dari bahasanya gawat atau ngeri,” jelasnya saat dikonfirmasi Radar Metro.

Namun Midi menambahkan, apa pun itu adalah sebagai koreksi, cambuk, supaya instropeksi dan mawas diri pemerintahan supaya lebih baik lagi. Ia menilai, banyak hal kemajuan pesat di Lamteng. Seperti Mustafa dan Loekman piawai mendongkrak dan menaikan APBD dan PAD dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu infrastruktur jalan-jalan di Lamteng sudah banyak yang bagus. Apalagi anggaran DD kepala kampung kemarin diinstruksikan oleh Mustafa-Loekman buat jalan lapen  masing-masing dua kilometer.

“Dikalikan 310 desa, ya kurang lebih 620 kilometer jalan desa yang diperbaiki. Saya pikir untuk juga prestasi baik dan terpanjang selama ini. Selain itu Mustafa-Loekman bisa mencitakan Lamteng aman, kondusif, pemerintahan mulai pemkab, camat, dan bahkan sampai kepala kampung dapat bekerja dengan nyaman tidak banyak gangguan dari banyak pihak. Malah Bupatinya ronda terus. Saya melihat Mustafa-Loekman juga mampu sebagai pemimpin yang dapat mempersatukan semua golongan, suku, agama, anak-anak yang tadinya nakal juga banyak yang diberikan pekerjaan sehingga tidak nakal lagi. Itu sih kasatmata, secara umum yang saya lihat. Tetapi sekali lagi penilaian dan koreksi dari pihak Ombudsman harus segera diperbaiki mana-mana yang kurang baik, barangkali dari sisi administrasi birokrasi atau administrasi keuangan. Saya tidak tahu itu mana yang kurang baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Lampung Tengah mengupayakan perbaikan pelayanan publik di 2018 ini. Wakil Bupati Loekman Djoyosoemarto saat dihubungi, Selasa (2/1/2018) mengatakan, penilaian Ombudsman RI akan dijadikan pekerjaan rumah (PR) bagi pihaknya guna lebih baik lagi. Loekman juga mengatakan jika penilaian yang diberikan Ombudsman sudah objektif.

“Penilaian itu (zona merah) justru kita jadikan pemicu untuk jauh lebih baik lagi. Tahun ini kita (Pemkab Lamteng) akan instruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bekerja maksimal dan Inspektorat akan mengawasi,” ujar Loekman Djoyosoemarto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here