Beranda Radar News Polres Metro Belajar Bela Diri

Polres Metro Belajar Bela Diri

15
0
BERBAGI

Foto polres metro for radar metro

Polres Metro melakukan latihan pengendalian massa di halaman Mapolres Metro, Selasa (9/1/2018).

METRO – Guna mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan saat melaksanakan tugas di lapangan, AKBP Umi Fadilah menjalankan program latihan pengendalian massa (Lat Dalmas) kepada seluruh anggota Polres Metro.

Iptu Tatik, Humas Polres Kota Metro mewakili AKBP Umi Fadilah, mengemukakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan pada Selasa di setiap pekannya. “Giat dilaksanakan setelah apel pagi selesai. Total yang mengikuti latihan pada Selasa (09/01/2018) ada 250 personil. Personil ini semua terdiri dari anggota Polres Kota Metro. Ada tiga pokok bahasan bela diri yang diajarkan dalam pertemuan kali ini. Yang pertama yaitu bela diri bertongkat Polri. Dua, bela diri borgol dan yang ketiga, serta yang terakhir bela diri tangan kosong,” jelasnya, Rabu (10/01/2018).

Pada pertemuan tersebut, Ipda Harun, KBO Sabhara Polres Metro selaku pelatih inti bela diri, menjelaskan, bela diri tersebut diajarkan hanya untuk pertahanan ketika polisi menerima serangan dari musuh. “Ini hanya untuk pertahanan diri saja, jangan sampai bela diri yang saya ajarkan ini, nantinya untuk menindak seseorang yang tidak bersalah. Saya jelaskan sedikit tentang ketiga jurus yang saya ajarkan. Jadi kalau bela diri tongkat Polri itu, kita menggunakan tongkat yang dimiliki oleh polisi untuk alat pertahanan ketika kita diserang musuh. Jadi tongkat itu bisa dimanfaatkan untuk bela diri juga. Begitu juga dengan bela diri borgol. Jurus yang kedua ini kita melibatkan borgol, kebanyakan orang awam mengetahui fungsi utama borgol adalah untuk memborgol lengan manusia saja. Padahal borgol itu tidak hanya berguna untuk memborgol tangan orang saja. Kita juga bias menggunakannya sebagai alat pertahanan dan alat untuk menyerang musuh. Misal ini pas kita sedang bertugas, ada begal yang sedang beraksi. Kita bisa memanfaatkan borgol untuk alat kita menyerang dan mempertahankan diri dari serangan begal tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan apa itu bela diri tangan kosong. “Jadi bela diri tangan kosong adalah  bela diri yang dalam praktiknya tidak memerlukan alat apa pun dalam perkelahian.  Dengan bela diri tangan kosong tersebut, kita juga mampu menghadapi lawan yang menggunakan senjata tajam. Yang paling utama dalam bela diri tangan kosong yaitu pertajam insting, jadi kalau insting kita tajam, otomatis gerak reflek juga akan bagus. Jika gerak reflek sudah bagus, ditambah dengan jurus-jurus yang ada dalam bela diri tangan kosong tidak menutup kemungkinan kita akan mengalahkan penjahat yang bersenjata,” tuturnya.

Semua latihan tersebut, bertujuan agar semua anggota Polres Metro dapat mempertahankan diri ketika sedang bertugas dan secara tiba-tiba ada tindakan yang tidak terduga. (pan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here