Beranda Politik Wow, Harta Kekayaan OSO Melonjak Tajam, Segini Jumlahnya

Wow, Harta Kekayaan OSO Melonjak Tajam, Segini Jumlahnya

125
0
BERBAGI

Partai Hanura tengah bergejolak. Sebab, mereka memecat ketua umumnya, Oesman Sapta Odang alias OSO. Hal ini terbilang kontroversial. Pasalnya, dia baru satu tahun lebih sejak dilantik sebagai ketua umum Partai Hanura pada 21 Desember 2016. Dia ditunjuk dengan suara aklamasi.

Sejak dipimpinnya, partai yang memiliki kepanjangan nama Hati Nurani Rakyat itu kerap kali membuat acara megah dan mewah. Contohnya saja ketika mereka menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I di Bali. Acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo itu diselenggarakan di Hotel The Stones yang notabene milik OSO sendiri.

Ya, selain politikus, OSO merupakan pengusaha tersohor asal Kalimantan Barat. Dia mendirikan OSO Group yang bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, keuangan, dan perhotelan.

Bahkan, pada 2016 lalu, menurut majalah Globe Asia, kekayaannya diperkirakan mencapai USD 350 juta dan menempatkannya menjadi salah satu dari 140 orang terkaya di Indonesia.

Lantas bagaimana menurut Laporan Harta Kekayaan Pejabat Pegara (LHKPN)? Tercatat OSO terakhir melaporkan kekayaannya sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 1 April 2015 dengan nilai total Rp 335,580,053,636 dan USD 376,500.

Rinciannya, harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 202,203,907,000. Yakni, 7 di Jakarta Selatan, 3 di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, 20 di Pontianak, 3 di Semarang, dan di Ketapang.

Lalu, harta bergerak berupa alat transportasi dan mesin dengan total Rp 7,965,000,000. Terdiri dari, Mercedes Benz, Toyota Vellfire, Nissan Elgrand, Suzuki Grand, Cadillac Escalade, Toyota Fortuner, Land Rover.

Harta bergerak lainnya berupa logam mulia, batu mulia, barang-barang seni, barang-barang antik, dan benda lainnya senilai Rp 8,357,049,000. Kemudian surat berharga sebesar Rp 74,118,251,250, giro dan setara kas lainnya sejumlah Rp 15,926,336,879 dan USD376,500.

Namun, OSO tercatat memiliki piutang dalam bentuk pinjaman uang Rp 27,346,000,000 dan utang kartu kredit Rp 336,490,493.

Jika dilihat, kekayaan OSO meningkat tajam ketimbang pada laporannya tertanggal 24 Agustus 2006 sebesar 176,773,560,867 dan USD 182,484. (dna/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here