Beranda Radar News Dilarang  Menggunakan GPS, Driver Grab Mulai Resah

Dilarang  Menggunakan GPS, Driver Grab Mulai Resah

116
0
BERBAGI
Foto Panji Setiawan/Radar Metro AKP Muhammad Kasyfi Mahardika, saat hendak melakukan Operasi Keselamatan Krakatau, yang dilaksanakan di depan Masjid Taqwa Kota Metro.

METRO – Polres Metro akan menindak tegas pengendara baik roda dua maupun roda empat, yang kedapatan menggunakan dan melihat GPS, saat berkendara kendaraan di jalan raya. Hal tersebut dilarang karena melanggar UU NO 22 Tahun 2009, Pasal 106 ayat 1. Di dalam pasal tersebut menjelaskan bahwa, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan, wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

AKP Muhammad Kasyfi Mahardika, Kasat Lantas Polres Metro menegaskan, saat mengendarai kendaraan, baik roda dua atau roda empat, sebaiknya tidak melakukan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi. “Jadi baik GPS dari HP, maupun GPS bawaan dari mobil, pengendara dilarang menggunakannya. Karena keduanya sama-sama bisa mengganggu konsentrasi pengendara saat mengemudikan kendaraan. Lebih baik, jika hendak menggunakan GPS, berhentilah sejenak untuk melihat arah, jangan terus matanya terfokus ke GPS-nya,” jelasnya, Senin (5/3/2018).

Selain larangan menggunakan GPS, ada beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan pengendara. “Sebenarnya bukan hanya GPS saja yang dilarang. Ada beberapa hal lainnya yang juga dilarang. Misal, menonton TV saat berkendara roda empat, menonton Youtube, mendengarkan musik dan radio dengan suara yang berlebihan. Intinya, semua hal yang bisa menyebabkan konsentrasi terganggu itu dilarang. Saran saya, jika anda mendapat telepon dari seseorang ketika sedang berkendara, hentikan kendaraan anda, baru terima telfon tersebut,” paparnya.

Perlu diketahui, Pasal 283 menjelaskan bahwa orang yang melanggar pasal 106 ayat 1, bisa dipidanakan dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan, atau denda paling banyak Rp750.000.

Sedangkan menurut Arif Zul Bahri, salah seorang driver ojek online Grab menjelaskan, ia sangat keberatan akan larangan menggunakan GPS saat berkendara. “Kalau saya sendiri tidak setuju ya Mas, kalau menggunakan hp dan melihat GPS saat berkendara dikenakan tilang. Pasalnya, pekerjaan saya memaksa saya, untuk menggunakan ponsel, bahkan saat berkendara. kalau hp saya masukan kedalam kantong atau tas, otomatis saat ada orderan masuk bisa jadi ga kedengaran atau ngga tau Mas. Kalau hp dipasang di kaca spidometer motor kan bisa ketahuan saat ada orderan masuk. Di sisi lain, saat kita menuju lokasi penjemputan penumpangkan, kadang kita tidak tahu tempatnya. Makanya, kita menggunakan fasilitas GPS yang ada di hp. Lagi pula saya selalu berhati-hati kok Mas, kalau lihat ponsel selalu berkecepatan pelan saat berkendara. Saya berharap sih, peraturan itu lebih ramah buat kami Mas. Kami selaku driver online, hp adalah alat utama kami berkerja,” tegasnya. (pan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here