Muzammil, Bocah Berkelamin Ganda Butuh Bantuan

METRO – Malang nasib yang dialami Muzammil Wafiq, bocah berusia 17 bulan, warga Jalan Kutilang, RT 014, RW 003, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara. Anak pertama dari pasangan Janik Syafroni (25) dan Nafiah (24) ini, diduga mengalami kelainan genetik (Ambigous Genitalia) atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit berkelamin ganda.

Karena penyakitnya tersebut, bocah malang ini harus bolak-balik dari 1 rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Terlebih saran dokter untuk dilakukan operasi belum dapat dilakukan keluarga, kondisi ekonomi orang tua balita malang tersebut yang serba kekurangan.

Ayah Muzamil yang hanya sebagai buruh tukang jahit tidak bisa lagi bekerja lantaran mengurusi Muzammil di rumah sakit. Sedangkan ibunya juga hanya sebagai ibu rumah tangga. “Selama ini untuk biaya pengobatan kami masih pakai biaya umum dibantu dari keluarga. Tapi belum lama ini saya sudah mendaftar, dan alhamdulillah sudah masuk BPJS dari pemerintah. Tapi saya masih belum pegang kartunya, rencananya besok saya akan ke BPJS untuk menanyakan kartu ini,” ujarnya kepada Radar Metro, Minggu (11/03/2018).

Selanjutnya, ia akan langsung berangkat ke RSCM Jakarta untuk kembali menjalani pengobatan. Karena kata dia, Selasa (13/3/2018) ini Muzammil harus menjalani kontrol untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.

“Sudah 4 bulan kami keluar masuk RSCM Jakarta untuk menjalani pengobatan. Selama itu, kami menginap di rumah singgah di daerah Senin, Jakarta. Untuk biaya menginap per hari sebesar Rp20 ribu belum ditambah biaya makan. Rencananya besok (hari ini, red) kami akan kembali lagi ke Jakarta,” terangnya.

 

Karenanya ia mengharapkan uluran tangan dermawan untuk membantu kesembuhan anaknya. Ia juga berharap bantuan dari Pemerintah Kota Metro, sehingga anaknya bisa segera menjalani operasi. “Harapan kami Pemerintah Kota Metro bisa membantu kesembuhan anak kami. Selain itu kami juga memohon bantuan dari berbagai kalangan masyarakat, kaum dermawan untuk membantu kami, agar anak kami bisa cepat dioperasi,” tutur  Syafroni ayah Muzammil saat mendatangi Kantor PWI Kota Metro beserta anak dan isterinya, Sabtu (10/3/2018).

Sebelumnya, ia juga menceritakan, kondisi buah hatinya yang berkelamin ganda mulai terlihat ketika di USG saat dalam  kandungan. “Ya waktu itu masih dalam kandungan baru terlihat. Waktu di USG, kok keliatan kalo akan terjadi kelamin ganda. Pertama kami USG di Rumah Sakit Permata Hati, katanya ada kelainan. Terus kata dokternya kami disuruh menyiapkan uang Rp60 juta biar ketahuan jenisnya laki-laki atau perempuan, nah disitu kami bingung. Itu disarankan waktu masih dalam kandungan umur 8 bulan,” ceritanya.

Selain itu, Ayah Muzammil juga mengaku dari lahir hingga memulai pengobatan buah hatinya kerap berganti perawatan di berbagai rumah sakit. “Nah begitu lahir di Rumah Sakit AMC ternyata benar seperti itu seperti yang di USG itu di foto. Dari Rumah Sakit AMC begitu dia lahir kami bawa tempat mertua dan diurusin disana. Tapi setelah satu bulan itu mengalami muntah dan diare, kami bingung harus gimana. Akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit Surya Asih Pringsewu 3 hari 3 malam. Terus karena dia kembali sakit kami bawa ke Rumah Sakit Bintang Amin di daerah Kemiling, tapi disana enggak sanggup. Ahirnya saat sakitnya kambuh kami bawa ke Rumah Sakit Muhamadiyah Metro. Dari keterangan rumah sakit, pihak rumah sakit menyatakan sakitnya karena dari kelaminnya. Lalu dari Muhamadiyah Metro dirujuklah ke Rumah Sakit Ahmad Yani dan disana dirawat satu minggu,” jelasnya.

Warga Purwoasri, Kecamatan Metro Utara ini mengaku, bahwa pihak rumah sakit tidak menyanggupi penanganan secara terus menerus. Mendengar pernyataan tersebut pihak keluarga membawa sang pasien ke RSCM Jakarta. “Setelah dibawa pulang, kambuh lagi dan kami disarankan untuk bawa ke Rumah Sakit Cipto di Jakarta. Saya sempat mengeluh, tapi demi kesehatan anak saya apapun akan saya lakukan. Kami menerima dengan iklas. Jika dijumlah sampai sekarang biaya yang sudah dikeluarkan ada puluhan juta,” tuturnya.

Dihadapan awak media, dirinya juga memohon bantuan untuk menyiarkan informasi yang dialaminya tersebut ke publik. Ia berharap dari informasi tersebut ada dermawan yang dapat membantu. Ia mengaku anaknya tersebut memang telah mengantongi kartu jaminan kesehatan, namun mengingat ia hanya berprofesi sebagai tukang jahit, mereka merasa berat membawa anaknya kembali ke RS Jakarta lantaran tidak ada biaya untuk kehidupan sehari-hari selama di Jakarta.

“Kalau nanti ada bantuan dari dermawan untuk operasi anak kami, kami pasrah kami ikuti saja jalurnya anak kami mau berjenis kelamin apa. Yang jelas harapannya anak kami sehat dan bisa memiliki satu kelamin. Kami juga berterimakasih buat seluruh dermawan yang akan membantu anak kami,” tandasnya.

Menanggapi kehadiran keluarga balita penderita kelamin ganda di Kantor PWI Metro tersebut, Pengurus Harian PWI Kota Abdul Wahab mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membantu demi kesembuhan bayi malang tersebut.

“Mari kita bersama sama meringankan keluarga pasien, semoga ada kaum dermawan yang ikhlas berbondong bondong menyisihkan rezekinya,” tuturnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin membantu Muzammil Wafiq, juga dapat langsung mendatangi kediamannya di Jl. Kutilang, RT 014 RW 003 Kel. Purwoasri, Kec. Metro Utara. Selain itu juga bisa transfer ke Rekening BRI Nomor 5699-01-01-5390-53-1 atas nama JANIK SYAFRONI atau hubungi nomor telepon 0852 1194 5776. (pan/ria)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM