Beranda Radar News Ponsel Layar Lapang Kian Diminati di Asia Tenggara

Ponsel Layar Lapang Kian Diminati di Asia Tenggara

38
0
BERBAGI

JAKARTA – Dalam laporan Quarterly Mobile Phone Tracker yang dirilis lembaga riset International Data Corporation (IDC) diketahui ponsel dengan layar bongsor kian diminati pengguna di Asia Tenggara.

Riset yang melibatkan Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam mencatat pertumbuhan ponsel tablet (phablet) capai 71 persen pada Q4 2017. Dari total pengiriman di tahun 2017, phablet mencapai 35 persen atau meningkat dari sebelumnya hanya 20 persen (setara dengan 20,5 juta unit) di tahun 2016.

IDC mengategorikan phablet sebagai perangkat dengan layar berukuran 5,5 hingga 7 inci. Namun, ponsel berukuran 5-5,5 inci justru mendominasi sebesar 5,5 juta unit atau 50 persen dari total pengiriman. “Pada 2018, vendor lokal akan terus merasakan dampaknya sebagaimana pengguna secara bertahap mengubah preferensi mereka menjadi merek yang lebih popular dan lebih bersedia untuk berinvestasi dalam meningkatkan smartphone midrange berlayar besar,” terang Jensen Ooi, Senior Market Analyst, Client Devices, IDC ASEAN dalam keterangan resmi.

Pertumbuhan ponsel dengan ukuran layar jumbo ini mengisyaratkan perubahan preferensi ukuran layar di kalangan pengguna ponsel di kawasan Asia Tenggara. Disamping dorongan perubahan kebiasaan mengonsumsi media dan vendor yang memperkenalkan ponsel dengan bingkai tipis.

Pada kategori ini, IDC mencatat Samsung mendominasi pengiriman disusul Vivo dengan pertumbuhan tertinggi. IDC juga meramal bahwa ponsel dengan fitur dua kamera, bingkai tipis dan teknologi kecerdasan buatan akan menyemarakkan pasar ponsel pintar di Asia Tenggara. Disamping vendor global, IDC berharap produsen lokal juga mampu bersaing dengan mengadoasi fitur-fitur canggih tersebut. “Agar tetap kompetitif, kami berharap vendor lokal dapat mengirimkanponsel pintar dengan beberapa fitur ini juga dan mengenalkan perangkat yang disertakan dengan Android Oreo ‘Go edition’ sambil menjaga harga agar tetap terjangkau kurang dari US$200 (sekitar Rp2,7 juta) agar sesuai dengan anggaran target segmen lokal mereka,” pungkas Ooi. (evn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here