Beranda Radar News Hafalan Al-Quran, Mujiran: Target Lulus Hapal 3 Jus

Hafalan Al-Quran, Mujiran: Target Lulus Hapal 3 Jus

35
0
BERBAGI

METRO- SMP Muhammadiyah 1 Metro menerapkan program hafalan Al-Quran.  Program tersebut ditujukan agar anak lebih akrab dengan Al-Quran. Selain lebih akrab, program tersebut juga untuk menyalurkan bakat anak yang memiliki kemampuan lebih pada hafalannya.

Menurut Mujiran, pembina Al-Islam sekolah setempat, menghafal  Al-Quran menjadi tren baru di kalangan pelajar. Sudah menjadi rahasia umum, orangtua sepenuhnya menyerahkan pendidikan anak-anaknya pada pihak sekolah. Meskipun tidak semua orangtua demikian. Hal tersebut dikarenakan orangtua sibuk untuk menacari nafkah bagi keluarganya. Oleh sebab itu, jika tidak di kembangkan dan difasilitasi oleh sekolah maka ditakutkan anak akan ketinggalan. “Sudah banyak anak yang jauh dari Al-Quran, maka program ini menjadi alah satu solusi untuk membudayakan baca Al-Quran pada anak,”terangnya.

Tiga tahun sudah program menghafal Al-Quran berjalan. Menurutnya program tersebut  tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa, karena selama ini belum ada keluhan baik dari siswa maupun orangtua. “Justru orangtua mendukung dengan adanya program ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, akan ada penghargaan khusus bagi anak yang mampu menyelesaikan hafalan sesuai target yang telah ditentukan. Penghargaan tersebut berupa piagam, piala, bahkan uang pembinaan.

Program  tersebut diharapkan mampu membekali setiap siswa-siswinya yang lulus dari sekolah tersebut hafal sebanyak tiga juz dengan rincian juz 30, 29 serta 28. Untuk hafalan juz 30 dimulai dari kelas tujuh. Selanjutnya, juz 29 diperuntukan bagi siswa kelas delapan terakhir kelas sembilan diharapkan sudah mampu hafal hingga juz 28.

Teknis setoran  hafalan yang dilakukan kurang lebih sepuluh menit saat pelajaran akan dimulai, setiap siswa mengulang kembali bacaan surat yang telah di hafalkan bersama-sama, kemudian menyetorkan hafalan tersebut kepada setiap guru pelajaran yang mengajar di setiap harinya. Jadi, bukan hanya siswa yang dituntut untuk menghafal Al-Quran, namun seluruh staf pengajar juga diharapkan demikian.

Lanjutnya, program ini juga menjadi satu kesatuan terhadap gerakan literasi atau kemampuan membaca dan menulis namun dalam lingkup Al-Quran, karena kedepanya tidak hanya program hafalan saja namun penulisan dan pemahaman terhadap kaidah-kaidah baca Al-Quran juga akan diterapkan. “Inginnya anak juga paham dengan kaidah baca Al-Quranya, tapi masih harus dikaji ulang untuk penentuan jadwal yang tepat agar tidak menggangu pelajaran lainnya,” jelasnya.

Meskipun ada tuntutan agar menyelesaikan hafalan sebanyak tiga juz saat ujian kelulusan, akan tetapi kemampuan setiap anak berbeda-beda. Mujiran, pembina Al-Islam setempat juga menyadari akan hal tersebut. “Maka dari itu, tututan yang ada diharapakan tidak dijadikan beban oleh anak-anak, kami juga akan selalu membina agar anak punya semangat untuk bisa menyelesaikannya,” pungkasnya. (cw2)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here