Beranda Radar News Kebakaran Cendrawasih, Adakah yang Tidak Beres?

Kebakaran Cendrawasih, Adakah yang Tidak Beres?

35
0
BERBAGI

METRO – Aswan, Ketua Himpunan Pedagang Kaki Lima Metro (HPKLM), bersama pedagang lainnya mengaku akan mendirikan bangunan kembali di Pasar Cendrawasih, yang ludes dilalap si jago merah Jumat (13/04/2018) lalu. Hal itu dikarenakan di pasar itulah, sumber mata pencaharian mereka satu-satunya.

Aswan sangat menyenangkan perihal peristiwa kebakaran tersebut. Kebakaran kali ini merupakan kali ketiganya yang telah terjadi di Pasar Cendrawasih. “Ini kali ketiga terjadinya kebakaran di sini. Meskipun semua dagangan saya habis. Saya bersama kawan-kawan pedagang lainnya bertekad untuk mendirikan bangunan lagi untuk kita berdagang. Meskipun pemerintah tidak memberikan bantuan untuk kita mendirikan bangunan lagi, kita akan berswadaya sendiri,” jelasnya, Jumat (13/3/2018).

Pantau Radar Metro, semua bangunan ludes terbakar. “Ada sekira 100 toko yang habis kebakaran. Kejadian awal itu sekira pukul 05.15 WIB. Ini mau puasa, lagi ramai-ramai juga pembeli,” tegasnya.

Apik, salah seorang pedagang pakaian di pasar tersebut menjelaskan, ketika ia datang ke lokasi api sudah mulai berkobar. “Saya dagang baju Mas. Tiga toko saya semua habis kebakar. Pas saya dateng jam lima lebih dikit itu api sudah ada tapi masih kecil. Ya kalau kerugian saya kurang lebih Rp70 juta rupiah,” jelasnya

Apik juga mengatakan akan terus mendirikan toko setelah adanya musibah kebakaran tersebut. Menurut keterangan Aswan dan Apik, beberapa hari sebelum tragedi kebakaran tersebut terjadi, para pedagang sebagian menerima surat edaran yang isinya mereka akan direlokasikan di pasar atas. “Kita juga habis dapat surat edaran untuk pindah ke pasar atas,” jelas Aswan dan Apik.

Belum diketahui pasti penyebab api berasal dari mana. Dugaan sementara api disebabkan karena konsleting listrik. Walikota Metro, Ahmad Pairin pun lansung mendatangi lokasi kebakaran. Api baru bisa dipadamkan sekira pukul 08.00 WIB.

Diduga, armada damkar yang diterjunkan ke lokasi tidak terisi penuh dengan air. Hal tersebut dikatakan oleh sejumlah pedagang yang ada di lokasi kebakaran. Imron, ketua Damkar Kota Metro menyangkal tuduhan tersebut. Ia berdalih, jika semua armada terisi penuh dengan air. “Terisi penuh, hanya saja kapasitas tangki itu kan hanya 5000 liter air, itupun juga diisi dengan gas, jadi ya kita harus bolak-balik untuk mengisi air kembali,” jelasnya.

Dugaan tersebut muncul karena pada saat memadamkan api, armada damkar belum lama datang sudah kehabisan air. Terlebih pada saat itu masih tiga toko yang terbakar. “Jadi kan kita memadamkan api itu ada prosedurnya. Sebenarnya kalau ada saluran air di sini enak kita, tidak usah bolak-bali. Dan saya rasapun pemadaman juga akan lebih efektif. Tapi sayangnya kan memang belum ada saluran air untuk pemadam kebakaran di sini. Terlebih armada kita juga sudah lumayan berumur. Kita pun sudah mengajukan permohonan untuk membeli armada lagi. Insyaallah kurun waktu dekat itu akan terwujud,” imbuhnya. (pan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here