Beranda Radar News Kejari Lamtim Tunggu Hasil Audit BPKP

Kejari Lamtim Tunggu Hasil Audit BPKP

41
0
BERBAGI

///Soal Indikasi Korupsi Proyek Jalan TNWK///

LAMPUNG TIMUR – Kinerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi terkesan lamban dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya, hampir dua bulan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukadana belum juga mendapatkan hasil audit dari BPKP Provinsi, terkait proyek pembangunan jalan menuju Taman Nasional Way Kambas (TNWK) senilai 3,5 milyar rupiah. Sementara pembangunan jalan tesebut terindikasi aroma korupsi.

Kepala Seksi Intelejen (Kasi) Kejari Sukadana Basuki Raharjo mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum juga menerima laporan hasil audit dari BPKP, sehingga kasus dugaan korupsi pembangunan jalan menuju TNWK belum dapat berjalan.

“Sementara ini kita masih menunggu hasil audit dari BPKP, karena sudah hampir dua bulan ini belum ada laporannya,” jelas Basuki di ruang kerjanya, Rabu (04/04/2018).

Ia melanjutkan, untuk menentukan pelanggaran atau adanya indikasi korupsi tentunya harus menunggu hasil Audit dari BPKP. Setelah itu, sambung Basuki, baru akan mengarah atau penetapan kepada tersangka.

Akan tetapi, jika memang terbukti ada aktifitas korupsi pada pembangunan jalan menuju TNWK ini, dirinya tidak dapat menentukan siapa yang harus dijadikan tersangka, karena perihal penetapan tersangka bukan pada bidangnya. “Kita lihat saja hasilnya nanti, bila memang ada indikasi korupsi maka akan kita tetapkan tersangkanya, dan nantinya yang berhak menetapkan siapa saja tersangkanya ada pada bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus),” ujar Basuki.

Diketahui, Kejari Lampung Timur lakukan penyelidikan pada proyek jalan Desa Raja Basa Lama Way Kambas, senilai 3,5 Milyar TA 2016 silam. Tahapan proses sidik kasus dugaan korupsi pada proyek jalan menuju wisata gajah tersebut lumayan panjang. tahapan di mulai sejak pertengahan 2017 silam, namun, Tim Penyidik Kejaksaan Negri Sukadana saat ini masih menunggu hasil audit BPKP.

Ruas Jalan Desa Raja Basa Lama Way Kambas Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur dengan panjang 3,5 kilometer, senilai 3,5 M yang masih di sidik itu  ternyata mengundang perhatian publik. Pasalnya, proyek tersebut di duga ada keterlibatan oknum anggota Dewan yang juga pimpinan salah satu Partai di Lamtim.

Terkait adanya dugaan itu, Kepala Kejaksaan Negri Sukadana A. Syahril Harahap, melalui Kepala Seksi Intelejen Basuki Raharjo Jumat sore (09/03/2018) menyampaikan, hasil dari pemeriksaan atau klarifikasi tim penyidik Kejaksaan Negri Sukadana, ternyata tidak menemukan dugaan keterlibatan oknum anggota Dewan Inisial ABS ternyata tidak di temukan.

“Tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap ABS, dan kita tidak menemukan dugaan keterlibatan (ABS Red) dalam pelaksanaan proyek jalan Desa Raja Basa Lama Way Kambas TA 2016 itu,” tegas Basuki Raharjo. (ris)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here