Pelajar SMP Tertangkap Razia Miras

METRO – Lagi-lagi, pelajar tertangkap sedang asyik pesta miras. Setelah pekan lalu beberapa pelajar dari beberapa sekolah negeri maupun swasta tertangkap sedang pesta miras, kali ini giliran M Angga (15), pelajar SMPN 9 Kota Metro, tertangkap bersama tiga orang lainnya saat sedang melakukan pesta miras jenis tewe (tuwak), di Jalan Soekarno Hatta, Mulyojati, Metro Barat .

Angga ditangkap oleh personil Polsek Metro Barat yang sedang melakukan giat rutin yaitu KKYD. AKP Sumarno, Kapolsek Metro Barat, diwakili oleh IPDA Kosim, Wakapolsek Metro Barat menjelaskan, penangkapa tersebut dilakukan pada Sabtu (31/3/2018) malam. “Saat kita sedang melaksanakan patroli malam di seputaran Lapangan Mulyojati, kita melihat segrombol anak yang sedang duduk-duduk. Saat kita hampiri, ternyata mereka sedang minum tewe,” jelasnya, Minggu (01/4/2018).

Miris memang, di usia sekolah menengah pertama (smp) justru malah dimanfdaatkan Angga untuk mebuk-mabukan. “Selain Angga, kita juga mengamankan tiga orang lainnya, Riski Ahmad (19), Beni Dwi Kurniawan (15), Krisna Hermawan (20), semuanya merupakan warga Mulyojati. Dari empat orang tersebut, saat kita introgasi hanya Angga yang mengaku sebagai pelajar,” paparnya.

Angga mengaku membeli tewe dari lapak milik Agus Tompel, yang berjualan di seputaran kostan pink, Mulyojati. “Rencananya nanti kita akan memanggil yang punya lapak. Akan kita beri peringatan untuk tidak berjualan lagi,” imbuh Ipda Kosim.

Angga bersama rekannya diamankan dengan barang bukti berupa tewe sejumlah tiga liter. Dalam hal ini DPRD Kota Metro dituntut untuk cepat menyelesaikan prihal wacana rancangan peraturan daerah (Raperda) kedua, atas Perda Kota Metro Nomor 2 tahun 2004 tentang larangan produksi, penimbunan, pengedaran dan penjualan minuman keras (miras). Pasalnya dalam Raperda Pertama, jenis miras tewe tidak terdapat di dalamnya.

kemungkinan besar, jika ada landasa hukum yang memberatkan bagi penjual dan peminum miras jenis tewe, maka pelajar akan berfikir dua tiga kali lagi untuk menengguknya. ¬†Jamaludin, Ketua Asosiasi Guru Pendidik Agama Islam Indonesia (AGPAII) Metro mempunyai pandangan tersendiri prihal pejlajar yang tertanggap sedang pesta miras tersebut, menurutnya da tiga aspek yang bisa menyebabkan peelajar seperti itu, yang faktor dari guru PAInya sendiri yang kurang menekankan nilai moral,¬† faktor lingkungan keluarga, dan faktor pergaulan. “Kita harus melihat tiga faktor tersebut. Jadi tidak bisa langsung menyalahan guru ataupun keluarga. Bisa jadi memang faktor pergaulan yang tidak sehat, sehingga biusa memicu hal seperti itu,” jelasnya.

Jika ternyata terbukti faktor yang mempengaruhi pelajar berbuat hal tersebut adalah faktor dari guru PAInya maka akan dipanggil dan diberi bimbingan. “Jadi jika memang kalu gurunya yang teledor, kita akan panggil dan beri bimbingan. Seharusnya dia menjadi suri tauladan bagi siswa dan guru lainnya, oleh karna itu untuk para guru PAI harus menekankan nilai moral kepada anak didiknya,” tandasya. (pan)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM