Perpus Daerah Metro Memilih Duta Baca

METRO – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Metro memiliki program  kerja baru. Program kerja yang baru-baru ini dijalankan adalah pemilihan duta baca bagi sekolah SMP sederajat. “Pemilihan duta baca ini supaya mereka bisa mengajak kawan-kawannya agar mau membaca,” kata kepala dinas perpustakaan Kota Metro, Syhacri Ramadhan di ruang kerjanya, Selasa (03/04/2018).

Pihaknya meminta sekolah – sekolah untuk menyeleksi siswa-siswinya guna dijadikan duta baca di sekolah, dengan ketentuan memiliki hobby membaca, populer, dan tidak gaptek. “Kita minta sama sekolah-sekolah untuk menyeleksi anak-anaknya yang bisa dijadikan duta baca, tentunya dengan beberapa syarat. Yang pertama harus punya hobi baca, populer, dan yang pasti tidak gaptek, ” katanya.

Lebih lanjut, Syhacri menjelaskan bahwa pemilihan siswa SMP sederajat sebagai duta baca karena beberapa alasan. Pertama, tidak menjadikan siswa SD sebagai duta baca kerena anak-anak SD masih terlalu kecil. Kedua, tidak memilih SMA atau SMK sederajat, karena pemegang kendali untuk SMA atau SMK sederajat adalah provinsi, sehingga akan melibatkan banyak pihak jika mejadikan siswa SMA atau SMK sederajat sebagai duta baca.

Adanya duta baca ini untuk mewujudkan visi dari Kota Metro sebagai Kota Pendidikan. ”Duta baca ini dibentuk untuk mewujudkan visi dari Kota Metro sebagai kota pendidikan,” jelasnya.

Pemilihan duta baca ini merupakan kali pertama di lingkup sekolah Kota Metro. Masa bakti duta baca selama satu tahun terhitung dari bulan Maret 2018. “Untuk tahap awal ini, masa bakti anak-anak yang terpilih sabagai duta baca adalah satu tahun, terhitung mulai bulan Maret tahun 2018,” ungkapnya.

Duta baca yang dipilih merupakan siswa  kelas tujuh, karena menurutnya belum memiliki tugas-tugas seperti kelas delapan dan sembilan yang harus fokus pada ujian nasioanal. “Awalnya kita mau pilih kelas delapan kerena mereka ada di tengah-tengah jadi bisa ajak yang kelas tujuh dan sembilan, tapi dengan pertimbangan bahwa selama setahun itu mereka akan naik ke kelas tiga dan kemudian harus fokus pada ujian nasioanal maka kita lebih memeilih kelas tujuh sebagai duta baca, ” jelasnya.

Program kerja duta baca antara lain sebagai motivator bagi kawan-kawan di sekolahnyanya agar mau membaca. Baik membaca buku maupun buku elektronik . Selanjutnya, untuk mempromosikan perpustakaan baik perpustakaan sekolah maupun perpustakaan daerah.

Syachri menjelaskan  bahwa anak-anak tersebut telah dibekali teknik agar tidak kaku pada saat mengajak kawan-kawannya membaca. Training selama tiga hari sebagai pembekalan calon-calon duta baca dengan menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten dibidangnya. Seperti komunitas penulis dari forum lingkar pena dan sanggar satu kata oleh Andika Septian.

Khatamul Annisa Fadhilah (13), salah seorang duta baca dari SMP Muhammadiyah 1 Metro mengatakan bahwa pemilihan dirinya sebagai duta baca adalah amanat dari sekolah. Oleh sebab itu, amanat tersebut harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.”saya dipilih jadi duta baca untuk sekolah itu amanat Mbak, jadi sebisa mungkin saya harus bisa melaksanakan amanat itu dengan baik,” tuturnya.

Khatamul juga menjelsakan bahwa tugasnya untuk mengajak kawan-kawan seusianya agar mau membaca dan datang keperpustakaan. Baik secara langsung maupun secara tulisan di media sosial. Selain itu, tugas yang paling penting adalah menghilangkan image kutu buku bagi siapa saja yang memiliki hobi membaca. “Kita harus aktif ngajak kawan-kawan untuk mau membaca dan dateng ke perpus Mbak. Ya bisa lewat obrolan secara langsung atau lewat status-status di media sosial. Tapi yang paling penting itu merubah image kutu buku untuk siapa aja yang punya hobi baca,” jelasnya.

Syachri menyampaiakan harapannya agar hadirnya duta baca dapat bermanfaat bagi siapa saja, terlebih dapat mewujudkan visi Kota Metro sebagai kota pendidikan. “Semoga duta baca ini dapat bermanfaat bagi semua dan dapat mewujudkan visi kota metro sebagai kota pendidikan,” ungkapnya.(cw2)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM