Serba Serbi UNBK di SMKN 2 Metro

METRO – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK), sudah memasuki hari kedua bagi sekolah menengah kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia. SMKN 2 Metro sebagai salah satu SMK Negeri di Kota Metro, juga tengah menyelenggarakan hajat nasional tersebut. Meski ada sedikit hambatan, UNBK tetap berjalan kondusif.

Mukmin, ketua panitia UNBK setempat mengungkapkan, bahwa ada sedikit kendala secara teknis pada UNBK di sesi pertama hari ini, selasa (03/04/2018). “Ada satu komputer anak log out sendiri dari soal yang sedang di kerjakan, tapi setelah di reset ulang, anak tersebut sudah bisa mengikuti ujian kembali” ungkapnya.

Keluarnya layar komputer anak dari soal yang sedang dikerjakan tidak membuat soal-soal yang telah terjawab sebelumnya hilang, karena sudah otomatis terekam oleh server pusat. “Soal-soal yang sudah dijawab tidak hilang Mbak jawabannya, karena sudah tersimpan otomatis. Jadi anak bisa melanjutkan pada soal ujian selanjutnya,” terangnya.

Lebih lanjut, masalah tersebut bukan dari server sekolah, tapi dari server pusat. Kemungkinan besar server pusat sangat sibuk, sehingga mengakibatkan sendikit kendala teknis di SMKN 2 Metro. “Masalahnya ada di server pusat, karena mungkin terlalu sibuk harus mengurusi ujian SMK se-Indonesia” katanya.

Berbeda dengan pelaksanaan UNBK kemarin, SMKN 2 Metro mengalami gangguan yang cukup menyita waktu. Pasalnya, ada banyak token siswa yang tidak bisa digunakan untuk mengambil soal dari server pusat. “Hari Senin kemaren anak-anak kita banyak tokennya yang gak bisa keluar, token ini pasword siswa untuk mengambil soal ujian dari server pusat, tapi Alhamdulliah hari ini tidak seperti itu lagi,” tuturnya.

Ada tiga sesi UNBK di SMKN 2 Metro. Sesi pertama, dimulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB. Sesi kedua dimulai pukul 10.30 hingga 12.30 WIB. sedangkan sesi ketiga, dimulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Peserta ujian di SMKN 2 Metro pada UNBK tahun ini ada 406 siswa. Akan tetapi data peserta ujian tetap ada 408 anak, karena dua siswa sebelum mengikuti UN terlebih dahulu pindah sekolah. “Ini bukan kesalahan, tapi dua anak tersebut memang dulu siswa kita, tapi sudah keluar pada saat   kelas dua. Sebenernya kita sudah beberapa kali merevisi data ke kabupaten dan  provinsi, tetapi data dua anak ini tetap muncul. Tapi biar bagaimanapun kita tetap mengisi berita acara yang ada.” jelasnya.

Persiapan untuk mengatasi kemungkinan yang tidak diinginkan, pihak sekolah telah menyiapakan genset dengan kapasitas 40.000 Watt. Selain itu provinsi sudah berkordinasi dengan pihak PLN untuk pelaksanaan UNBK tahun ini.

Sekolah juga melakukan beberapa upaya agar siswa dapat mengerjakana soal dengan rileks, seperti mengadakan training motivasi bagi peserta UNBK sebelum hari ujian dimulai. “Kita juga sudah melakukan training motivasi agar anak bisa mengerjakan soal dengan rileks dan santai, tapi tetap serius,” ungkapnya.

Meli Kurniawati (18), salah seorang siswa setempat mengatakan bahwa kecil kemungkinan untuk bisa mencontek, selain pengawasan yang ketat setiap kemputer memiliki kode dan soal yang berbeda. “Kecil Mbak kemungkinan untuk bisa nyontek, selain pengawasannya ketat soalnya juga berbeda sama komputer yang ada disebalah kita,” tuturnya.

Meli berharap, ujian ketiga besok tidak ada soal essay lagi, karena menurutnya soal essay sangat menyulitkan. “harapannya besok gak ada soal essay Mbak, karena kita udah deg-degan pas ngerjain pakai komputer, terus ada soal esay jadi tambah buyar apa yang harus dikerjain.” Tandasnya.(cw2)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM