SPBU Ganjaragung Terancam Ditutup

METRO – Kepolisian Resort (Polres) Kota Metro masih akan memproses secara hukum adanya dugaan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ilegal di SPBU 24.34102 Ganjaragung, Metro Barat kepada para agen. Pasalnya,

Masih dalam hitungan jam SPBU 24.34102 yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Ganjaragung, Metro Barat, disegel Satreskrim Polres Metro, akan tetapi segel tersebut sudah dilepas oleh Satreskrim Polres Metro.

Pelepasan segel tersebut bertujuan untuk tetap berjalannya operasional pelayanan masyarakat tetap lancar. “Segel akan kita buka, ini bertujuan untuk tetap berjalannya pelayanan operasional kepada masyarakat,” ujar AKP Try Maradona, Kasat Reskrim Polres Metro via pesan WhatsApp, Sabtu (14/4/2018) kepada Radar Metro.

Lebih lanjut, meskipun segel yang terpasang sebelumnya telah dilepas, proses hukum akan tetap berlanjut. “Proses hukum tetap berlanjut. Ini hanya untuk menjaga pelayanan untuk masyarakat saja,” tambahnya.

Sementara itu, AKBP Umi Fadilah Astutik, Kapolres Metro menjelaskan, SPBU yang disegel berarti sudah menyalahi aturan yang berlaku. “Memang benar kita segel SPBU yang ada di Ganjaragung. Dalam pendistribusian BBM itu kan ada aturannya. Jika pihak SPBU melanggar ya pasti kena hukuman,” jelasnya.

Umi juga membenarkan perihal pelepasan segel tersebut. “Memang benar kita lepas segelnya. Tapi proses hukum tetap berjalan. Kenapa kita lepas? SPBU itu kan fasilitas umum, jadi jangan sampai mengganggu kenyamanan masyarakat umum,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan, hukuman terberat bisa saja sampai penutupan SPBU. “Kita lihat dulu kesalahannya bagaimana. Setelah proses hukum selesai baru kita bisa mengetahui fonis hukumannya. Bisa saja sampai penutupan SPBU kalau memang sudah diperingatkan dua tiga kali tetap saja membandel,” tegas Umi.

Di sisi lain, mengenai masalah penyegelan SPBU ini pun sudah ramai diperbincangkan di sosial media Facebook. Akun Facebook Bangkit Saputra berkomentar mengenai masalah pendistribusian BBM. “Harusnya polisi tidak menyegel SPBU saja. Tapi lihat itu antrian para pengecer premium itu bagaimana solusinya? Karena yang ngantri hanya itu-itu saja. Keliahatan bener kalau mau dijual lagi, berarti hanya menguntungkan sepihak saja,” jelasnya di salah satu komentar postingan di grup Metro Kita Punya.

Sama halnya dengan akun Facebook Chandra Stongg. Dia berkata bahwa pagi hari, saat dia melintas di depan SPBU 24.34102 masih dalam keadaan tersegel. “Tapi pas saya pulang ternyata udah ramai pembeli lagi, segelnya udah dibuka,” kata dia.

Lebih lanjut, warga net pun belum bisa menerima alasan pembukaan SPBU tersebut. “Kalau untuk fasilitas umum benar, tapi itu kan milik ‘badan usaha’, bukan punya negara. KAlau sampai ditutup itu wajar dengan bukti yang ada sudah cukup,” jelas Bimadwiindarto, di akun facebooknya.

Pantauan Radar Metro di lapangan, antrian kendaraan roda dua sudah mulai terlihat kembali. Akan tetapi ada satu hal yang berbeda jika dibandingkan dengan hari biasanya. Minggu (15/04/2018), sekira pukul 11.25 WIB BBM jenis premium masih terdapat stok. padahal, biasanya pukul 09.00 WIB premium sudah ludes terjual.

Diketahui, diduga melakukan pengecoran ilegal, SPBU 24.34102 yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Ganjaragung, Metro Barat, disegel aparat keamanan setempat. Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, praktik nakal pengelola SPBU tersebut, diketahui oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM), yang memergoki pengisian jerigen Sabtu (14/4) sekira pukul 01.00 WIB. “Pengelola SPBU dilaporkan sedang ‘ngecor’ jerigen di luar jam resmi,” jelas sumber di sekitar lokasi SPBU yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, laporan tersebut langsung direspon oleh aparat kepolisian dari Polres setempat, yang langsung mengamankan sekitar 40 jerigen berisi BBM jenis premium. Tak hanya itu, polisi juga menyegel SPBU dengan garis polisi (police line), sehingga warga yang akan mengisi BBM di SPBU tersebut mengurungkan niatnya. “Saya mau mengisi BBM ternyata SPBU disegel polisi,” kata Sumadi, salah seorang warga.

AKBP Umi Fadilah Astutik, Kapolres Metro membenarkan prihal penyegelan SPBU tersebut. “Untuk sementara masih satu SPBU ini. Tidak menutup kemungkinan jika ada SPBU nakal lainnya juga akan kita segel,” jelasnya. (pan/ria)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM