Bebas Bersyarat, YS Terancam Masuk Bui Gara-Gara Sabu

METRO – YS (39), warga kelurahan Impuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, dibekuk Satresnarkoba Polres Metro, setelah kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu, Sabtu (12/5/2018) sekira pukul 17.00 WIB, di Jalan Diponegoro, Kelurahan Impuro, Metro Pusat. YS adalah residivis kasus narkoba yang belum lama keluar dari jeruji besi.

AKP Fredy Aprisa Putra, Kasat Narkoba Polres Metro, mendampingi AKBP Umi Fadilah Astutik selaku Kapolres Metro menjelaskan, YS saat ini masih pembebasan bersyarat. “YS sebenarnya belum 100 persen bebas, dia masih bebas bersyarat. Sama seperti sekarang, kasus yang menjeratnya sebelumnya masalah sabu-sabu juga,” jelasnya, Senin (14/5/2018).

YS diamankan berdasarkan LP/167-A / V / LPG / Res Metro tanggal 12 Mei 2018. “Saat penangkapan ditemukan barang bukti (BB) satu buah plastik klip bening ukuran kecil, yang di dalamnya diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu. Satu unit handphone merk BlackBerry dan sepeda motor Yamaha Jupiter milik tersangka juga turut kita diamankan,” tutur Fredy.

Lebih lanjut, guna proses selanjutnya, setelah dilakukannya penangkapan tersebut, YS langsung digelandang ke Mapolres Metro. “Saat ini tersangka sudah kita amankan dan kita bawa ke Mapolres Metro. Pada saat penangkapan, tersangka sedang bersama temannya. Untuk sementara temannya itu masih menjadi saksi. Jika nanti terbukti teman YS tersebut ada sangkut pautnya masalah sabu-sabu milik YS ini pasti akan kita amankan juga,” tegasnya.

Untuk sementara YS dikenakan pasal 112 UU Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun kurungan penjara. AKBP Umi mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kota Metro, untuk tidak sekali-kali menggunakan, mencoba, menyimpan, dan mengedarkan narkotika jenis apapun. “Jangan pernah mencoba barang haram tersebut. Apalagi ini sebentar lagi masuk bulan suci Ramadhan. Akan lebih baik jika kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” imbaunya.

Perlu diketahui, beberapa efek yang ditimbulkan sabu-sabu. Efek jangka pendek meliputi gangguan kehilangan nafsu makan, Peningkatan denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh, pupil mata yang membesar, pola tidur yang terganggu, rasa mual, bersikap aneh, tidak terduga, terkadang bertindak keras atau kejam, halusinasi, gembira yang berlebihan, sifat lekas marah, panik dan psikosis, dan dosis yang berlebihan dapat berakibat kejang-kejang dan kematian

Sedangkan efek jangka panjangnya sebagai berikut, Kerusakan permanen pada pembuluh darah di jantung dan di otak, tekanan darah tinggi, berakibat serangan jantung, stroke dan kematian, kerusakan pada lever (hati), ginjal dan paru-paru, kerusakan jaringan dalam hidung, bila dihirup, masalah pernapasan bila dihisap seperti rokok, penyakit-penyakit menular dan peradangan, bila disuntikkan, kekurangan gizi, kehilangan berat badan, kerusakan gigi yang parah, disorientasi, apatis, kebingungan dan kelelahan, ketergantungan psikologis yang besar, psikosis, depresi, dan kerusakan otak mirip penyakit alzheimer 3, stroke dan epilepsi. (pan)

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM