ESY IAIN Metro Terapkan Bilingual

METRO – Jurusan Ekonomi Syariah (ESY) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Metro menerapkan program wajib bilingual bagi seluruh mahasiswanya pada hari Rabu dan Jumat. Bilingual merupakan program yang mengharuskan mahasiswa menggunakan bahas ingris dan arab saat proses perkuliahan.

Rina El Maza, Ketua Jurusan setempat mengatakan bahwa program tersebut sudah diterapkan selama tiga bulan terakhir. “Program ini kita terapkan untuk memotivasi mahasiswa agar mampu dan mau berbahasa. Jadi kedepanya mahasiswa harus mampu berbicara bahasa Inggris atau bahasa Arab,” katanya saat ditemui Radar Metro di ruang kerjanya, Selasa (08/05/2018).

Lanjutnya, mengingat saat ini merupakan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang mana setiap sumber daya manusia harus mampu bersaing dengan beberapa negara dalam pengembagangan potensi dirinya. “Kalo kita gak bisa berbahasa maka sulit bagi kita untuk bisa bersaing dengan negara lain. Apalagi kikta lihat kenyataannya sekarang banyak orang asing yang bekerja di Indonesia. Maka dunia kerja juga akan memeberikan standar tinggi untuk memilih sumber daya manusianya,” ungkapnya.

Ia menambhakan, mewajibkan mahasiswa untuk berbahasa bukan berarti mengajak untuk tidak cinta dengan bahasa Indonesia. “Ini bukan untuk menyusahkan, tapi ini untuk melatih mahasiswa agar terbiasa dengan dengan dua bahasa tersebut, lagi pula kalo mereka gak bisa mereka bisa nanya ke kita atau tanya google. Yang penting niat dan usaha yang kita mau dari program ini,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa penerapan tersebut masih pada taraf kalangan mahasiswa. “Yang kita wajibkan masih mahasiswa Mbak, tapi untuk dosen-dosennya mau gak mau juga kan harus berbahasa jika ada mahasiswa yang datang ke jurusan pada hari Rabu dan Jumat,” tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya tidak akan merespon pertanyaan apapun pada dua hari tersebut jika mahasiswa menggunakan bahasa Indonesia. “Kita akan diam, tidak akan merespon jika pada hari Rabu dan Jumat ada mahasiswa yang masuk jurusan menggunakan bahasa Indonesia. Jadi pada saat itu mau gak mau mereka akhirnya ngomong bahasa juga. Nah di situlah semangat yang ingin kita lihat, gak perlu harus seratus persen bener, asalkan mau berbahasa, namanya juga belajar gak mungkin kan langsung bisa,” paparnya.

Ia berharap agar program tersebut dapat berlanjut untuk jangka waktu yang lama. “Ini adalah awal yang baik semoga kita bisa istiqomah, lebih-lebih bisa diikuti juga oleh jurusan lainnya. Tujuan utama kita untuk membiasakan mahasiswa berbicara karena itu yang paling penting, tapi bukannya menuis itu tidak penting namun kemampuan berbicara sangat dibutuhkan di dunia kerja. Ini adalah skiil yang harus benar-benar dibina, ” tegasnya.

Dika (22), salah seorang mahasiswa setempat mengatakan bahwa program tersebut cukup berat untuk dilakukan. “Saya pernah ya Mbak lagi bener-bener ada keprluan dengan jurusan pas hari Rabu, saya masuk terus saya dicukein Mbak . Saya lupa kalo disuruh berbahsa Inggris atau Arab. Mana saya juga kan gak bisa ya jadi  saya putusin kalo ada perlu gak dateng di dua hari itu,” tukasnya. (cw2)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM