Parade Teater, Tingkatkan SDM Seni Masyarakat

METRO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro dan Dewan Kesenian Metro (DKM) menggelar parade teater Kota Metro 2018. Acara yang bertema Membagun Wajah Teater Kota Metro tersebut digelar di Lantai Dua Gedung Sesat (Nuwo Budayo), sejak 13-14 Mei 2018 lalu.

Dalam acara tersebut enam komunitas teater dari berbagai sekolah serta perguruan tinggi turut berpartisipasi. Diantaranya SMK Negeri 2 Metro dengan Teater perintis menyajikan naskah Pinangan Karya Anton Chekof, yang disutradarai oleh Neneng.

Lalu, SMK Muhammadiyah 3 Metro dengan Teater Tak Berujung, membawakan naskah Pinangan karya Anton Chekof yang disutradarai oleh Anisa M. Diana, RBA. Kemudian, MA Negeri 1 Lampung Timur dengan teater Batu, menyajikan naskah Barabah karya Motinggo Bosje, yang disutradarai oleh M. Raifi Anwar.

Selanjutnya, UKM IMPAS Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Metro, dengan Teater Kapook, menyajikan naskah Pinangan karya Anton Chekof, disutradarai oleh Ahmadun, dan Universitas Muhammadiyah Metro dengan Teater Mentari menyajikan naskah Malam Jahanam karya Motinggo Bosje yang disutradarai oleh Suktian Agung Purbaya, serta dari Studio Djajan Metro dengan Teater Boglamp menyajikan naskah Pinangan karya Anton Chekof yang disutradarai oleh Dwi Setiawan.

Amin Budi Utomo, Ketua Pelaksana Parade mengatakan, kegiatan tesebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada bidang teater. “Pembangunan SDM untuk bidang teater diharapkan semakin meningkat dengan diadakannya parade ini. Pembangunan SDM dalam hal ini adalah peningkatan kualitas dari SDM yang sudah ada, sehingga yang sudah baik akan menjadi lebih baik lagi,” katanya di sela-sela penampilan dari para penyaji parade teater, Senin (14/05/2018).

Ia berharap melalui parade tersebut Kota Metro dapat menjadi barometer kedua setelah Kota Bandarlampung. “Selama ini, orang-orang beranggapan bahwa hanya Kota Bandarlampung saja yang SDM teaternya nomor satu dan terbaik di Lampung ini. Nah, maka dari itu dengan adanya parade ini kita ingin buat SDM Kota Metro juga bisa dipandang seperti itu oleh masyarakat luas. ” tuturnya.

Saat dikonfirmasi mengenai sumber dana acara, pihaknya mengaku, seluruh pembiayaan ditanggung oleh Pemerintah Kota Metro. “Kita gak narik biaya administrasi sama sekali, malah para peserta ini kita biayai, kita fasilitasi dan kemudian akan kita bina. Semua sumber dana berasal dari Pemkot Metro,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari acara tersebut nantinya akan dipilih dua tim terbaik untuk diberi pembinaan lebih lanjut. “Tim yang terpilih akan kita bina lebih lanjut lagi, karena akan kita bawa untuk road show ke berbagai tempat. Ini sebagai salah satu ajang untuk mempromosikan kesenian teater Kota Metro untuk menjadikan Kota Metro sebagai barometer kedua setelah Bandar Lampung,” ungkapnya.

Muadin Efuari, Ketua Umum Dewan Kesenian Metro (DKM) mengharapkan kegiatan tersebut dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya. “Kita tahu selama ini teater di Lampung yang berkembang pesat hanya di Bandarlampung saja. Kita juga ingin Kota Metro  dianggap seperti itu, makanya kita sangat berharap ada keseriusan dari para SDM seni teater ini untuk terus berkarya. Jadi, kalau orang -orang mau belajar teater ke Lampung pilihannya ada dua, kalau nggak Kota Bandarlampung ya Kota Metro,” paparnya.

Ia menjelaskan, bahwa parade tersebut merupakan rangkaian acara terakhir dari program kerja DKM. “Rangkaian acara ini kita buat dari bulan Februari. Pertama, forum silahturahmi Teater Kota Metro. Kedua, workshop penyutradaraan teater, dan terakhir parade tetaer yang sedang berjalan ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pembinaan yang berkelanjutan bagi para insan teater di Kota Metro. “Ini adalah langkah awal untuk menjadikan Kota Metro setara dengan Kota Bandarlampung dalam hal teaternya. Maka dengan ini kami sangat berharap para insan teater Kota Metro tidak berhenti  berkarya setelah selesainya kegiatan parade ini,” tutupnya. (adv)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM