Salah Kaprah, BK Bukan Polisi Sekolah!

METRO – Banyak masyarakat awam beranggapan bahwa guru Guru Bimbingan Konseling (BK) hanya sebagai polisi sekolah maupun tempat hukuman bagi siswa. Pasalnya, guru BK selalu dikaitkan dengan siswa-siswa nakal di sekolah.

Berdsarakan data yang dilakukan Radar Metro, dari 100 sampel  yang dipilih secara acak, 56 persen menganggap bahwa guru BK bertugas untuk menangani anak-anak bermasalah di sekolah. 37 persen mengatakan tidak tahu dengan guru BK, enam persen mengatakan bahwa guru BK sebagai tempat untuk mencurahkan isi hati, sisanya satu persen mengatakan bahwa guru BK bertugas untuk memberi pengarahan serta memecahkan masalah pada anak-anak yang bermasalah kemudian guru BK bertugas untuk memberikan motivasi-motivasi positif pada siswa di sekolah.

Pada dasarnya, keberadaan guru BK sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah. Berdasarkan latar belakang pendidikannya, guru BK seharusnya menjadi phisikolog di sekolah. Oleh sebab itu, baru-baru ini pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah New Zealand, mengadakan pelatihan kepada guru BK untuk membangun dan mengembangkan dunia pendidikan Indonesia, yang bertemaTraining and Development for public School Conselor di Jakarta dan Surabaya.

dikutip dari beberapa media yang ada, pelatihan tersebut ditujukkan untuk memberdayakan guru BK supaya tidak hanya membangun karakter dan kepribadian siswa, namun juga dapat mendorong siswa untuk menemukan dan mengasah bakat yang dimiliki.

Sinta Dewi, salah seorang dosen pendidikan BK di Universitas Muhammadiyah Metro menaggapi hal tersebut. ”Memang seharusnya seperti itu. Seharusnya BK bukan sebagai penghukum anak-anak nakal, tapi seharusnya menjadi temen untuk anak-anak itu. Bisa dibilang jadi temen curhat,” katanya saat ditemui Radar Metro di ruang kerjanya, Jumat (11/05/2018).

Lanjutnya, jika guru BK diminta untuk menemukan dan mengasah bakat anak, menurutnya hal tersebut sangat masuk akal. ”Melalui komunikasi yang dilakukan secara mendalam, maka akan diketahui bakat apa yang dimiliki oleh si anak. Kemudian kita sebagai guru BK akan mengarahkan dan mendukung bakat anak tersebut,” jelasnya.

Jika hal tersebut dapat diwujudkan di setiap sekolah, maka ke depan akan didapatkan generasi yang lebih mandiri. (pan/cw2)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM