SMK Muh 3 Terapkan UAS Berbasis Android

METRO – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 3 Metro tengah melakukan simulasi Ujian Akhir Sekolah (UAS) berbasis android, Selasa (15/05/2018).

Khoeroni, Kepala sekolah setempat mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua menerapkan ujian berbasis android. “Ini tahun kedua kita terapkan dan ini adalah program sekolah yang mencetuskan program ini adalah bagian Information and Communication Technologies (ICT) kita,” katanya.

  1. Triwibowo, Kepala ICT setempat mengatakan bahwa ujian berbasis android hampir sama dengan ujian berbasis komputer. “Bedanya jelas dari medianya, kalau android pake Hp kalau UNBK ya pakai komputer. Tapi kalau untuk teknis lain-lainnya hampir sama dengan UNBK,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada UAS berbasis android siswanya diwajibkan untuk mendownload aplikasi  ujian yang dibuat oleh ICT. Kemudian masing-masing siswa diberikan kartu peserta ujian dengan nomor token yang berbeda-beda sama sperti kartu peserta UNBK. “Setiap siswa punya token masing-masing, dan kita juga menyiapakan tujuh server untuk pelaksanaan UAS besok. Meski teknis pengerjaan hampir sama dengan UNBK, tapi server UAS beda dengan server UNBK,” ujarnya.

Ia menambahkan, UAS akan dilaksanakan dengan dua sesi. “Sama dengan UNBK, setiap sesinya terdiri dari dua jam waktu pengerjaan,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan siswa untuk dapat lebih mudah mengakses informasi dari internet saat mengerjakan soal ujian, pihaknya membantah mengenai hal tersebut. “Anak-anak gak akan bisa buka Mbah google atau browser lainnya,  karena saat siswa membuka browser internet saat mengerjakan soal maka layar soal akan keluar secara otomatis. Jadi sulit untuk mereka bisa cari jawaban di google,” jelasnya.

Ia menambahkan, imbas dari program tersebut dapat dirasakan saat siswa menginjak kelas tiga dan akan melaksanakan UNBK. “Jadi saat UNBK nanti anak-anak sudah tidak kaget lagi. Mereka sudah sangat terbiasa mengerjakan soal ujian berbasis teknologi seperti android dan komputer,” pungkasnya.

Seli Anita Prasasti (17), salah seorang siswa setempat mengatakan bahwa ujian menggunakan android jauh lebih mudah dibandingkan dengan ujian berbasis kertas dan pensil. “Ujiannya Jadi lebih mudah Mbak, lebih gampang kan tinggal pencet-pencet layarnya aja,” tuturnya. (cw2/ria)

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM