Beranda Pendidikan Songsong Ramadhan, SDIT WU Metro Gelar Tabligh Akbar dan Pawai

Songsong Ramadhan, SDIT WU Metro Gelar Tabligh Akbar dan Pawai

141
0
BERBAGI
Foto Doki Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Wahdatul Ummah (WU) Metro Kegembiraan Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Wahdatul Ummah (WU) Metro, Sambut Ramadhan dengan pawai mengelilingi jalan sekitar sekolah, Selasa (15/05/2018).

METRO – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Wahdatul Ummah (WU) Metro menggelar acara songsong Ramadhan  dengan tema Ramadhan, Bulan Al-Quran dan Kepedulian yang berpusat di halaman setempat, Selasa (15/05/2018).

Sebanyak 700 peserta mengikuti kegiatan tersebut. “Peserta berasal dari siswa kelas satu hingga enam serta para dewan guru juga ikut meramaikan acara,” kata Sarifudin, Kepala Sekolah melalui Wildan Zaki Ansori salah seorang pengajar setempat.

Rangakaian acara tersebut dimulai dengan shalat dhuha berjamaah di masjid sekolah, dilanjut dengan tabligh akbar, terakhir pawai mengelilingi jalan sekitar sekolah. “Tabligh akbarnya diisi oleh guru disini juga oleh Ust. Mustaqim. Kemudian pawainya kita lewat jalan Nasution hingga Tawes kemudian kembali ke sekolah lagi,” jelasnya.

Selanjutnya, dengan datangnya bulan Ramadhan maka melalui acara tersebut para siswa dapat memebersihkan diri. “Acara ini juga untuk mempersiapkan diri baik jasmani dan rohani anak-anak agar dapat melaksanakan ibadah puasa satu bulan lamanya tanpa hambatan apapun,” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan diadakannya kegiatan tersebut diharapkan para siswa menjadi lebih antusias untuk menjalankan ibadah puasa. Menjadi terpacu untuk melaksanakan ibadah puasa sesuai dengan yang disyariatkan oleh agama. Supaya para siswa mendapatkan motivasi serta semangat  lebih untuk dapat menyempurnakan ibadah puasanya.

“Mudah-mudahan anak-anak ini yang tadinya puasa hanya mampu setengah hari, untuk tahun ini bisa puasa full satu hari. Kemudian harapannya anak-anak ini bisa melakukan puasa tidak hanya puasa-puasa saja tapi dapat menjalankannya sesuai dengan syraiat agama,” paparnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, puasa yang dilakukan tidak serta merta malah menjadikan para siswa jadi bermalas-malasan. “Kebanyakan anak-anak kalo puasa jadinya males mau ngapa-ngapain, nah itu yang ngak kita inginkan. Jangan mentang-mentang puasa jadi alasan untuk tidur panjang itu yang  ngak bener,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun puasa siswa tidak boleh mengesampingkan ibadah dan kegiatan sehari-hari. “Ngak ada alasan untuk meninggalkan ibadah wajib. Lebih-lebih bulan puasa amalan kita akan dilipatgandakan oleh Allah. Maka, sebaiknya ketika puasa para siswa menunaikan ibadah wajib disertai dengan ibadah-ibadah sunah untuk menambah nilai pahala puasa. Namun yang paling terpenting siswa tetap harus melakukan aktifitas sehari-hari meskipun dalam keadaan puasa,” pungkasnya. (cw2)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here