Studi Wisata Guna Bina Karakter Siswa

METRO – Studi wisata menjadi salah satu pelipur lara bagi para siswa kelas sembilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ma’arif 5 Metro, setelah melaksanakan Ujian sekolah dan UNBK April lalu.

Salah satu media masa cetak di Bandarlampung¬† menjadi tujuan studi wisata sekolah tersebut. Etik Suryani (15), salah seorang siswa setempat mengatakan bahwa ia sangat senang mendapatkan pegetahuan lebih yang tidak dipatkannya melalui pelajaran di sekolahnya. “Seneng Mbak jadi bisa tau gimana cari berita, buat berita, ngolah berita, sampe aku juga baru tau ternyata mesin cetak koran tu besar banget. Seneng bisa ke berkunjung ke kantor Tribun ini Mbak,” tuturnya.

Machmud Nurokhim, Kepala Sekolah setempat mengatakan bahwa seharusnya studi wisata bukan hanya berwisata semata namun juga harus memiliki nilai pendidikan saat melakukan wisata tersebut. “Studi atau pelajaran yang sifatnya non reguler di berikan dengan mengunjungi salah satu perusahaan media masa di Bandarlampung. Di sana siswa-siswi kami diberikan pengatahuan tambahan dari bagaimana cara mencari berita, membuat berita, mengedit berita, hingga akhirnya berita dicetak menjadi berita koran. Hal tersebut perlu diberikan pada siswa¬† karena hal tersebut tidak diajarkan di sekolah,” katanya, Jum’at (04/05/2018).

lanjutnya, pada studi wisata yang dilakukan sekolahnya. Pihaknya membuat pedoman kegiatan yang harus diikuti oleh seluruh siswa dan para dewan guru yang mendampingi kegiatan tersebut. “Pedoman kegiatan itu kita buat supaya anak terlatih dan terdidik untuk melakukan segala sesuatu itu berdasarkan syariat agama. Karena, di dalam pedoman tersebut terdapat do’a-do’a yang harus dibaca, seperti saat menaiki bus ada doa yang harus dibaca, menaiki kapal karena kita pergi ke salah satu pantai di Lampung itu juga harus membaca do’a dan masih banyak do’a-doa lainya. Inilah salah satu cara untuk membina karakter siswa,” paparnya.

Ia berharap agar ke depannya siswa-siswinya dapat merealisasikan apa-apa yang dicontohkan oleh sekolah untuk kehidupan sehari-harinya. “Dengan kita membuat pedoman kegiatan tersebut, salah satu tujuannya untuk menyadarkan siswa bahwa setiap aktifitas yang kita lakukan semua ada doanya sebelum melakukannya. Jadi seperti itulah yang dinamakan dengan studi dan wisata. studi atau pelajarannya dapet, wisatanya juga dapet,” tutupnya. (cw2)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM