Indogiving Hadir Sukseskan Program Pemerintah, Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA  – Sebanyak 58 persen rakyat di Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja yang berasal dari lulusan SD-SMP.(Sumber: BPS) . Selain itu, 9,82 persen garis kemiskinan di Indonesia, masih menjadi tantangan dalam menghadapi bonus demografi tahun 2035. Dimana kunci untuk meraih bonus demografi adalah tingkat kesehatan dan pendidikan yang memadai untuk membentuk SDM yang berkualitas.

Potensi yang dimiliki Indonesia memiliki kecenderungan terkubur atau tidak dapat menghasilkan kualitas manusia Indonesia yang terbaik. Melihat kekuatan Indonesia sebagai negara yang unggul di dunia untuk keinginan menyumbangkan uang dan keinginan menjadi sukarelawan, IndoGiving hadir untuk mendukung pemerintah dengan menghubungkan individu,komunitas, yayasan, dan perusahaan untuk bersama meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menyukseskan pembangunan melalui kegiatan crowdfunding, yang memungkinkan puluhan bahkan ratusan orang patungan mewujudkan suatu proyek yang berfokus pada pengembangan potensi di Indonesia.

Rabu (5/9), IndoGiving menyelenggarakan acara Press Release bertempat

di Paradigma Kafe & Resto. Acara ini dihadiri oleh 50 undangan, terdiri dari 25 media partner, komunitas, yayasan, dan sponsor.

Acara dibuka dengan tarian oleh anak-anak dari Rumah Singgah HOME. Selain presentasi tentang IndoGiving oleh CEO Adam Kawilarang, para undangan disuguhkan dengan sesi Panel discussion dan Pemotongan tumpeng yang menjadi penutup acara Press Release serta simbol rilisnya platform IndoGiving secara resmi.

IndoGiving menjadi platform bagi setiap orang untuk bisa ikut berkontribusi dalam meningkatkan budaya saling memberi dan bersama membangun SINERGI mengembangkan POTENSI BANGSA untuk Indonesia yang lebih baik.

Indogiving.com resmi diluncurkan Rabu (5/9/2018) lalu bertempat di Paradigma Kafe & Resto, Cikini. Indogiving hadir mendukung pemerintah dengan menghubungkan individu, komunitas, yayasan dan perusahaan untuk bersama meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menyukseskan pembangunan melalui crowdfunding.

CEO Indogiving, Adam Kawilarang, mengatakan platform baru ini memungkinkan semua lapisan masyarakat untuk menggalang dana atau memberikan donasi untuk sebuah program atau proyek. Indogiving hadir ditengah masyarakat karena yakin dan sadar betul bahwa banyak potensi bangsa yang dapat berkembang serta meningkatkan budaya Indonesia untuk berbagi.

Garis kemiskinan di Indonesia yang berada pada tingkat 9,82% atau berkisar 25,95 juta jiwa menjadi salah satu tujuan utama Indogiving dalam membangun dan mengembangkan potensi bangsa Indonesia.

“Pemerintah punya banyak program, kita sebagai warga negara yang baik tidak bisa hanya melihat pemerintah bekerja, kita perlu melakukan sesuatu, kita perlu melakukan kegiatan untuk mendukung pemerintah sehingga pemerataan hidup bisa terealisasi,” jelas Adam.

“Yang terjadi selama ini, pemberian donasi terhadap sesuatu hal dilandasi oleh latar belakang yang sama, tetapi terkotak-kotakan. Oleh karena itu, Indogiving ingin membangun sinergi mengembangkan potensi bangsa. Indogiving mau lebih mengutamakan persatuan,” ucapnya.

Pengguna yang akan membuat proyek penggalangan dana di Indogiving

diwajibkan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Jika sudah membuat akun, maka Indogiving akan memverifikasi akun untuk memastikan proyek yang terpajang di laman situs bukan proyek fiktif. “Kami harus memastikan semua proyek yang masuk dalam IndoGiving itu proyek yang nyata. Dari kreator kami verifikasi keasliannya, dari proyeknya pun demikian kami cek ulang. Intinya ingin setransparan mungkin ke semua pihak,” papar Adam.

Setelahnya, pembuat proyek harus menceritakan tujuannya dan menetapkan target nominal tertentu. Sebuah proyek juga dapat dibantu oleh seorang endorser agar lebih cepat memenuhi target.

Indogiving menerapkan Reward-based Crowdfunding, yaitu donatur akan

mendapatkan poin sebagai bentuk apresiasi yang dapat ditukarkan dengan berbagai voucher dari merchant-merchant yang sudah bermitra.

Soal transparansi, Platform Indogiving akan menampilkan seluruh donasi

di halaman proyek. Pembuat proyek pun diharapkan menjabarkan record donasi. Bila tidak, maka mereka akan mendapat rating buruk sehingga berdampak pada reputasi mereka saat ingin mengajukan proyek baru kedepannya.

Bagi pengguna yang ingin memberikan donasi, Indogiving menyediakan

beragam saluran, termasuk transfer bank. “Saat ini kita kerja sama dengan BCA, BNI, dan Mandiri. Di masa depan akan lebih banyak mitra,” jelasnya.

Nantinya juga akan ada opsi transaksi via PayPal dan kartu kredit sehingga pendonor dari luar negeri juga bisa ikut berpartisipasi dalam proyek. Untuk sementara, IndoGiving hanya bisa diakses lewat situs desktop. Untuk versi aplikasi Android akan tersedia pada akhir bulan September 2018. Dalam Website Indogiving juga mempersilahkan masyarakat dan juga komunitas untuk dapat bersosialiasi dan menambah relasi untuk bersama mengembangkan potensi bangsa Indonesia. (ria)

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM