Tolak Wacana Peniadaan MP Pendidikan Agama

METRO – Kabar mengenai rencana peniadakan mata pelajaran pendidikan agama menjadi pendidikan ekstrakurikuler di sekolah mendapat penolakan dari sejumlah kepala sekolah di Bumi Sai Wawai. Salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Gajah Mada 1 Kota Metro.

Kepala sekolah setempat, Muhammad Andriyanto, didampingi Yono, Waka Kesiswaan setempat menyatakan dengan tegas bahwa pihaknya menolak keras wacana tersebut. “Tidak ada toleransi lagi, sudah jelas kita pasti akan menolak kalau pelajaran agama akan ditiadakan di sekolah,” katanya saat ditemui Radar Metro di ruang kerjanya, Senin (11/09/2018).

Ia mengatakan bahwa siswa akan kehilangan kesempatan belajar agama jika sampai dihilangkan dari mata pelajaran. “Sekarang gini aja, kita lihat sekarang ada pelajaran agama aja masih banyak anak-anak yang  akhlaknya kurang. Apalagi kalau sampai pelajaran agama ini kita tiadakan atau hanya jadi pendidikan ekstrakurikuler mau jadi apa anak-anak ini,” ungkapnya

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa peniadakan pelajaran agama tidak bisa diterapkan di sekolahnya.  “Kalau memang bener pemerintah mau nerapin itu, itu enggak bisa untuk sekolah kita. Karena sekolah ini kan sekolah umum, jadi ya seharusnya gimana umumnya sekolah. Beda certanya kalau sekolah ini pondok, atau sekolah yang berbasiskan, “ tuturnya.

Ia menambahkan bahwa agama sebagai tolak ukur keberhasilan sekolah. “Karena kalau sampai pelajaran agama itu ditiadakan, kita kan untuk tolak ukur keberhasilan itu dilihat dari agamanya. Kalau agama lemah saya rasa semua juga jadinya lemah, dari akhlak dan budi pekertinya juga lemah. Kalau saya orang Islam bilangnya  kalau sampe solatnya nganclong udah bisa dilihat juga bahwa yang lainnya juga nganclong. Begitu juga agama lainnya, semua dilihat dari ibadahnya dulu pokoknya,” tambahnya.

Menurutnya, jika pelajaran agama benar-benar ditiadakan, maka imbasnya tidak akan baik. “Kalau sampai pelajaran agama itu ditiadakan maka takutnya nanti akan kembali lagi seperti dulu. Jaman jahiliyah jaman tidak kenal agama,” ucapnya.

Ia juga mengesakan bahwa agama merupakan tolak ukur bagi akhlak siswa. ”Pelajaran agama itu tolak ukur anak di sekolah, gimana akhlak dari anak itu karena anak nurut itu kalau dia tekun ibadahnya. Ya itu agama apa saja tidak terbatas agama Islam saja,” tuturnya. (jul)

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM