AC Milan 0-2 Juventus, Tokoh Jahat

AC Milan awalnya berharap Gonzalo Higuain bisa menjadi senjata andalan mereka mengalahkan Juventus. Tetapi, yang terjadi Higuain malah jadi pemeran antagonis di Stadion San Siro.

Ada dua insiden di giornata ke-12 ini yang membuat Higuian menjadi “tokoh jahat” yang ada di balik kekalahan Rossoneri. Pertama, saat ia gagal mengeksekusi hadiah penalti di menit ke-41 ketika Milan dalam posisi tertinggal 0-1 usai gawang mereka dijebol Mario Mandzukic di menit ke-8.

Striker berjuluk El Pipita itu melakukan kesalahan kedua dengan berteriak pada wasit Paolo Mazzoleni yang membuatnya harus diusir dari lapangan di menit ke-83. Kartu merah itu membuat Milan tak bisa lagi mengejar ketertinggalan setelah dua menit sebelumnya, Cristiano Ronaldo menggandakan keunggulan Si Nyonya Tua.

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso menyebut, emosi Higuain meledak di laga ini karena banyaknya tekanan. “Saat ini ia merasakan banyak tekanan, kata-kata saya dari konferensi pers kemarin bukanlah sebuah kebetulan,” katanya kepada Milan TV setelah laga dinihari kemarin.

Higuain dipinjamkan Juventus ke Milan setelah kedatangan Ronaldo musim panas lalu. Sebelum pertandingan ini, Higuain melontarkan kekecewaannya karena ia menganggap Juventus sudah menendang ia keluar secara paksa dari Allianz Stadium.

“Saat ini, ia merasakan beban yang besar dan itu terlihat. Ia harus tetap tenang dan meminta maaf serta memikul tanggung jawabnya. Ia harus mengesampingkan kegugupannya. Ia adalah pemain kami yang paling penting dan ia harus membuat perbedaan,” sambungnya.

Pemain asal Argentina itu sendiri menganggap ia tidak pantas mendapat kartu merah. “Saya dilanggar sejauh yang saya ketahui. Saya diperingatkan, tetapi saya tidak menghina siapa pun. Saya meminta maaf kepada klub, penggemar, pelatih, dan rekan saya karena episode-episode ini harus dihindari,” katanya kepada Milan TV.

Ia menegaskan, dirinya mengambil seluruh tanggung jawab atas kekalahan timnya. Menurutnya, andai penaltinya tidak digagalkan Wojciech Szczesny, hasil pertandingan akan berbeda. “Itu adalah episode khusus, jika saya mencetak gol, permainan akan berubah,” tegasnya.

Di kubu Juventus, kemenangan ini membuat mereka menorehkan rekor sebagai klub pertama yang mampu mencatatkan 34 poin dalam 12 laga awal Serie A. Selain itu, mereka juga kembali memperlebar jarak menjadi poin dari Napoli. Makanya, pelatih Massimiliano Allegri menyebut kemenangan di San Siro ini sangat vital.

“Ini adalah akhir pekan yang penting karena Inter kalah di Bergamo dan kami tetap berada di jarak yang sama dari Napoli, yang melakoni musim luar biasa,” kata Allegri di Blackwhitereadallover.

Szczesny yang menepis tendangan penalti Higuain menambahkan, ia tahu kebiasaan mantan rekan setimnya itu sehingga mampu menggagalkan eksekusinya. “Kami saling kenal dengan baik. Saya tahu Higuain cenderung mengambil penalti keras dan rendah, jadi saya beruntung bahwa itu berjalan dengan baik,” bebernya.

Sukses mencetak gol di Milan, Ronaldo juga sangat senang dengan hasil yang diraih timnya. “Ya, saya senang. Kami memenangkan pertandingan dan sangat penting untuk melakukannya setelah Napoli mengalahkan Genoa. Kami bermain bagus dan saya mencetak gol,” katanya di situs klub.

CR7 secara khusus mengomentari kartu merah Higuain yang bermain bersamanya di Real Madrid. “Dia bekerja keras dan Anda bisa memahaminya. Dia tidak melakukan sesuatu yang serius. Dia seharusnya tidak dihukum,” kata kapten timnas Portugal tersebut. (amr/abg)

 

STATISTIK LAGA

 

AC MILAN JUVENTUS

5 Total Tembakan 15

1 Tembakan Tepat Sasaran 6

3 Tembakan Melenceng 6

44% Penguasaan Bola 56%

404 Passing 588

85% Passing Sukses 89%

2 Tendangan Sudut 5

0 Offsides 1

17 Pelanggaran 8

3 Kartu Kuning 1

1 Kartu Merah 0

7 Tendangan Gawang 5

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM