Biadab! Kakek Cabuli Cucu Tiri

Biadab, tak kuasa menahan hawa nafsu, seorang kakek SH (59) warga Air Raya, tega mencabuli cucu tirinya sendiri yang masih berusia lima tahun. Peristiwa ini, dilaporkan NN (28) orangtua korban ke Polsek Tanjungpandan, Kamis (17/1) pekan lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, saat itu korban sebut saja Mawar (5) mengalami kesakitan di bagian kemaluannya. Saat ditanyai sang nenek, gadis kecil ini mengaku pernah dimasukan jari kakek ke bagian intimnya.
Setelah mendengar pengakuan korban, ibundanya langsung melaporkan ke Polsek Tanjungpandan. Namun, pihak kepolisian tidak langsung menangkap pelaku. Melainkan, melakukan pemeriksaan terhadap korban ke bidan.
Dari hasil pemeriksaan itu, benar ditemukan bekas luka di bagian intim korban yang diakibatkan masuknya benda semacam jari. Setelah itu, Jajaran Reskrim Polsek Tanjungpandan melakukan pencarian terhadap pelaku.
Akhirnya pria yang merupakan resedivis kasus yang sama ini, ditangkap polisi di kawasan Sungai Padang, Sijuk, beberapa jam setelah laporan tersebut. Lalu, dia digiring ke Mapolsek Tanjungpandan.
Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko mengatakan, setelah melakukan penangkapan pihaknya langsung menyidik pelaku. Dari keterangannya, pria yang telah ditetapkan tersangka ini mengakui perbuatannya.
“Dia mengaku sekali melakukan perbuatan tersebut kepada korban. Saat itu, sebelum kejadian dia hendak mencari casing hape di kamar korban. Lalu dia melihat korban tidur telentang,” kata AKP Agus, saat konferensi pers, Kamis (24/1).
Merasa terangsang, lalu pria ini langsung mendatangi korban. Lalu meminta izin untuk memegang alat kemaluannya. Namun, Mawar menolaknya. Akhinya, SH mengiming-imingi dengan diajak ke kebun Manggis.
Mendapat iming-iming tersebut, akhirnya bocah ini menuruti kemauan bejat tersangka. Dia memasukan jari tangan kiri, ke kemaluan Mawar. Setelah selesai, keduanya langsung menuju ke kebun Manggis.
AKP Agus membenarkan tersangka merupakan resedivis kasus yang sama. Dia tahan sekitar tahun 2006 divonis hakim penjara sembilan tahun. Dan ia bebas pada tahun 2014 lalu.
“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang Tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara,” pungkasnya.
Sementara itu, SH mengakui perbuatannya. Dirinya nekat melakukan perbuatan tersebut lantaran jarang diberi jatah oleh sang istri. Dia menjelaskan, hubungannya dengan korban merupakan cucu tiri.
Yakni, dia menikahi neneknya beberapa tahun silam. Menurut pelaku, perbuatan yang dia lakukan sudah dua kali dalam hidupnya. Yang pertama mencabuli anak berusia tujuh tahun. Dan yang kedua umur lima tahun.
“Saya khilaf. Saya melakukan perbuatan ini tidak sadar. Dan pengaruh hawa nafsu. Soalnya, saya jarang dikasih jatah sama istri,” kata SH kepada Belitong Ekspres, di Mapolsek Tanjungpandan. (kin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM