TPID Monitoring Inflasi Daerah

METRO – Upaya Pemerintah Kota Metro dalam memantau angka inflasi daerah terus dilakukan. Melalui Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) memantau inflasi Kota Metro. Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka inflasi Kota Metro bulan Mei 2019 sebesar 0,49 persen.

Sekretaris Daerah Kota Metro yang juga Ketua TPID A. Nasir melalui Kabag Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Metro Elmanani menjelaskan, sejumlah komoditas yang memberikan andil inflasi yaitu angkutan antar kota, bayam, cabe merah, bawang putij, cabe hijau, tarif rumah sakit, jeruk, telur ayam ras, ayam hidup, dan wortel. “Dengan inflasi sebesar 0,49 ini Kota Metro menempati peringkat ke-58 dari 82 kota secara nasional, dan ke-12 dari 23 se-Sumatera,” terangnya.

Ia menerangkan, dalam pengendalian inflasi beberapa upaya telah dilakukan diantaranya bekerjasama dengan satgas pangan Polrea Metro dengan melakukan sidam ke gudang, agen dan distributor baham pangan strategis. Upaya lain juga dilakukan dengan bekerjasama Perum Bolog Subdivre Lamteng melaksanakan kegiatan operasi pasar.

“Kami juga melakukan kegiatan penetrasi pasar dan pasar rakyat bulan ramadan. Selain itu juga kami melakukan pemantauan harga barang kebutuhan pokok pada 4 pasar tradisional yang ada di Kota Metro,” paparnya.

Ia menambahkan, pemkot melalui TPID terus melakukan upaya untuk menjaga agar tingkat inflasi tetap stabil pada angka yang rendah. Terlebih, pada bulan April dan Metro, angka inflasi Kota Metro relatif cukup tinggi dengan kelompok komoditas bahan makanan dan tanaman holtikultura menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Karenanya bersana OPD TPID terus berupaya untuk menurunkan angka inflasi atau menjaga tetap stabil.(ria)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM