Pendapatan Daerah APBDP 2019 Diproyeksi Rp905 M

METRO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menggelar Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan atas Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019. Rapat paripurna pengambilan keputusan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda.

Dalam sambutannya Walikota Metro Achmad Pairin menyampaikan, bahwa anggaran pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami kenaikan sebesar Rp15 m dari anggaran awal sebesar Rp890 menjadi Rp905 miliar atau naik sebesar 1,7 persen.

“Jumlah belanja diproyeksikan sebesar 989,5 m. Kondisi ini menyebabkan defisit sekitar Rp83,5 m. Defisit ini akan ditutupi dari pos pembiayaan yang berasal dari SILPA sebesar Rp85,5 m serta pengeluaran pembiayaan tetap Rp2 m untuk penyertaan modal Bank Lampung,” paparnya.

Senada disampaikan Ketua Badan Anggaran (Banang) DPRD Kota Metro Anna Morinda melalui Anggota Banang DPRD Melinda. Banang menyampaikan bahwa untuk PAD yang terdiri dari komponen pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah mengalami kenaikan sebesar Rp11,7 m dari anggaran awal sebesar Rp142,6 m menjadi Rp154,3 m atau naik sebesar 8,2 persen.

Komponen pendapatan daerah lainnya dari dana perimbangan yang terdiri dari komponen dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum (DAU) serta dana alokasj khusus (DAK) mengalami penurunan sebesar Rp5,7 m dari anggaran awal sebesar Rp658,3 m, sehingga menjadi Rp652,5 m atau sebesar 0,9 persen.

“Lain-lain pendapatan yang sah mengalami kenaikan sebesar Rp9,1 m, dari anggaran awal sebesar Rp89,8 m menjadi Rp99,0 m atau naik sebesar 10,2 persen,” paparnya.

Sementara itu, untuk anggaran belanja daerah yang terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung mengalami kenaikan sebesar Rp46,9 m dari anggaran semula sebesar Rp942,5 m menjadi Rp989,5 m atau naik sebesar 5,0 persen.

Adapun belanja daerah tersebut terdiri dari belanja tidak langsung yang mengalami penurunan sebesar Rp10,4 m dari anggaran awal sebesar Rp395,9 m menjadi Rp385,4 m atau sebesar 2,7 persen. Sedangkan untuk belanja langsung mengalami kenaikan sebesar Rp57,4 m dari anggaran semula Rp546,6 m menjadi Rp604,1 m atau sebesar 10,5 persen.

“Dari keterangan diatas maka dapat digambarkan bahwa struktur perubahan APBD tahun anggaran 2019 mengalami defisit sebesar Rp31,8 m dari anggaran semula Rp51,7 m menjadi Rp83,5 m atau sebesar 61,5 persen,” pungkasnya.(ria)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM