Minim Pengawasan, Pembangunan Jalan Imam Bonjol Metro Dikeluhkan

METRO – Lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Metro, akibatnya mutu pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Imam Bonjol Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat, tidak maksimal. Bahkan, rendahnya kualitas pekerjaan kontruksi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1, 5 milyar terkesan ditutup tutupi.

Berulang kali di konfirmasi wartawan, petugas PPK maupun Kepala Bidang Marga sulit ditemui. “Gak masuk mas, gak tau kemana. Coba aja tanya ke yang tukang minta tanda tangan, kalo saya gak tau,” ucap salah seorang staf bidang Bina Marga DPUTR Kota Metro yang enggan menyebutkan namanya, Kamis (12/9/2019).

Juga berulang kali dikonfirmasi melalui sambungan Telpon, petugas PPK pada Dinas PU dan Tata Ruang Kota Metro, Fajar tidak mengangkat walau pun telepon dalam keadaan aktip.

Sebelumnya, kualitas pekerjaan sejumlah proyek yang dianggarkan APBD Pemerintah Kota (Pemkot) Metro tahun anggaran 2019 sangat jauh dari harapan. Lemahnya fungsi pengawasan dari Dinas terkait akibatnya mutu pekerjaan yang telah dikerjakan sangat buruk. Salah satunya yaitu Pembangunan peningkatan jalan yang berada di pusat kota, tepatnya pembangunan ruas jalan Imam Bonjol yang membentang dari bundaran Tugu Pena hingga terminal Kota Metro.

Seyogyanya, pemerintah melalui Instansi terkait memperketat pengawasan sehingga pekerjaan proyek tersebut dapat menghasilkan kualitas yang maksimal. Namun sebaliknya, pengawasan lapangan yang telah ditugaskan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang setempat seakan tidak tahu tugas pokpl dan fungsi sebagai pengawas.

“Ya benar saya yang mengawasi pekerjaan proyek jalan itu. Tapi saya tidak tahu apa- apa tanyakan saja langsung ke PPK atau pemborongnya. Benar saya sebagai pengawasnya langsung saja ke PPK, “ ucap Daut selaku pengawas lapangan pada Dinas tetsebut, Kamis (5/9).

Rendahnya, pengawasan yang dilakukan oleh instansi terkait, Pembangunan Peningkatan Jalan yang berada di pusat Kota Metro tepatnya pembangunan ruas jalan Imam Bonjol yang membentang dari bundaran Tugu Pena hingga terminal kota di duga asal jadi.

Prima Permana (36) salah seorang warga yang melintas jalan tersebut menilai, pekerjaan peningkatan jalan Imam Bonjol terkesan sia-sia.

“Sia-sia aja ini mah, kan jalan masih bagus malah di lapis begini. Harusnya bagus ini malah jelek, kalo kualitas saya kurang tau ya karena bukan bidang saya, tapi kalo sepintas begini memang saya liat kurang bermanfaat. Ya semua masyarakat bisa menilai kok, mending pemerintah bangun yang bermanfaat yang menjadi prioritas dari pada jalan bagus terus di bangun, mending bangun jalan yang rusak,” ucapnya ketika diwawancarai awak media saat melintas jalan Imam Bonjol, Rabu (4/9/2019).

Selain itu, warga lainnya juga menyebutkan bahwa proyek tersebut diduga siluman. Warga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) setempat untuk mengevaluasi kembali setiap perencanaan proyek pembangunan di Bumi Sai Wawai.

“Saya mencurigai ini proyek siluman karena tidak ada papan informasi pekerjaan, dan terkesan asal jadi. Seharusnya ini tugas pemerintah Kota melalui dinas terkait untuk mengecek setiap pekerjaan yang cendrung merugikan,” ucap Gunawan (46) warga Metro Pusat. (Yok)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM