Rumah Kelahiran BJ Habibie Dijadikan Museum, Pesawat Ciptaannya Dipajang

JAKARTA – Rumah kelahiran Almarhum Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) akan dijadikan Museum BJ Habibie oleh pemerintah setempat. Terlebih semasa hidup BJ Habibie sudah mengizinkannya.
Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe dalam keterangannya, Kamis (12/9), mengatakan rencana menjadikan rumah kelahiran BJ Habibie sebagai museum merupakan jawaban dari tantangan ‘Bapak Teknologi’ tersebut.
“Ini adalah tempat yang kita akan jadikan museum satu satunya di dunia karena saya pernah menyampaikan kepada beliau (BJ Habibie) dan dia menantang saya dengan mengatakan ‘saya tantang kamu Taufan untuk membuat museum di rumah kelahiran saya’,” ujar Taufan mengenang pertemuannya dengan BJ Habibie saat berkunjung ke Kota Parepare tahun 2017.
Dijelaskan Taufan, pembangunan Museum BJ Habibie yang lokasinya tak jauh dari “Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun’ di Kota Parepare itu, sudah mendapatkan dukungan positif dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
Sebelumnya rumah tempat kelahiran BJ Habibie ini telah menjadi aset Kementerian BUMN, yang dimanfaatkan PT BNI’46. Namun setelah ada pembicaraan BJ Habibie bersama Wali Kota Parepare Taufan Pawe dengan pihak PT BNI, rumah telah dialihkan sebagai aset daerah.
“Jadi saya bersama Bapak Habibie dan pihak BNI sudah bertemu, dan Alhamdulillah rumah beliau itu telah menjadi aset daerah sekarang. Sehingga Insya Allah tahun 2020 kita mulai membangun museum tersebut,” ujar Tuafan.
Selain museum tersebut, kata Taufan Pemerintah Kota Parepare juga berencana akan membangun Taman BJ Habibie yang bertujuan untuk menjadikan Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Soeharto itu sebagai edukasi dan inspirasi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Parepare AA Hamka mengatakan sudah mempersiapkan rencana pembangunan museum BJ Habibie yang berlokasi Jalan Bau Massepe, tersebut.
“Sudah dipersiapkan oleh Pemkot Parepare untuk mengabadikan dan mengenang tokoh kharismatik yang telah mengharumkan nama bangsa hingga keluar negeri itu,” katanya.
Ia mengatakan, di rumah bekas kediaman Habibie tersebut masih tersimpan tempat tidur berbahan besi lengkap dengan kelambunya. Selain itu ada dua lemari antik milik keluarga Habibie.
Di sisi lain, Plt Sekretaris Perusahaan PT Dirgantara Indonesia PTDI, Irlan Budiman mengatakan Pesawat N250 karya BJ Habibie akan dipindahkan ke Museum Mandala Dirgantara Yogyakarta. Pemindahan akan segera dilakukan agar bisa menjadi edukasi bagi masyarakat. Selain itu masyarakat juga bisa mengenal almarhum BJ Habibie melalui karyanya.
“Ini (N250) nanti akan kita copot, setelah itu kita akan rakit lagi di sana, karena tidak mungkin diterbangkan,” kata Irlan.
Dia menuturkan, pesawat N250 merupakan karya putra tanah air yang terbaik di kelasnya pada era itu dan mampu mengangkat pamor Tanah Air di mata dunia.
“Saat itu, N250 terbang untuk sertifikasi ke Prancis, sudah terbang sampai ke Eropa, ini membuat dunia melek bahwa Indonesia mampu membuat pesawat terbang yang memang saat itu cukup canggih di kelasnya,” kata Irlan.
Pesawat karya Habibie yang mampu menampung 50 penumpang itu memiliki teknologi ‘Fly By Wire’ dan merupakan pertama di dunia dimulai pada tahun 1992.
Irlan menuturkan, saat itu sekitar 3.000 karyawan terlibat dalam proses pembuatan pesawat itu. Para insinyur pembuatnya pun saat itu telah menempuh pendidikan di Jerman.
“Kurang lebih 3.000 karyawan terlibat, yang punya pencetus idenya itu Pak Habibie, enginer nya juga sudah disekolahkan ke luar negeri,” katanya.
Hingga kini pesawat bersejarah itu masih disimpan di hangar PTDI yang juga satu kawasan dengan Bandara Husein Sastra Negara.(gw/fin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM