Inflasi 0,36 Persen, TPID Turunkan Tim Monitoring

METRO – Pemerintah Kota Metro melalui Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) terus memantau angka inflasi dan deflasi daerah. Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka inflasi Kota Metro bulan November tahun 2019 ini mencapai 0,36 persen.

Dikonfirmasi awak media, Sekretaris Daerah Kota Metro yang juga Ketua TPID A. Nasir melalui Kabag Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Metro Elmanani menjelaskan, angka inflasi tersebut akibat terjadi kenaikan indeks dari 142,50 pada Oktober menjadi 143,01 pada November. Adapun tiga kelompok pengeluaran yang memberikan andil dalam pembentukan inflasi yakni, kelompok bahan makanan sebesar 0,3206%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0366% serta kelompok kesehatan yakni sebesar 0,0238%.

“Selain itu beberapa kelompok yang pengeluarannya memberikan pembentukan deflasi yaitu, transpor, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok sandang, kelompok makanan, minuman, rokok den tembakau, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga,” ungkapnya.

Ia menambahlan, inflasi Kota Metro menempati peringkat ke-17 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. Selanjutnya, untuk 57 kota IHK mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. “Untuk angka inflasi tertinggi ini terjadi di Manado sebesar 3,30% . Sedangkan inflasi terendah dialami oleh Malang sebesar 0,01%,” paparnya.

Sementara itu, Kota Metro pada November 2019 berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (Point to Point) adalah sebesar 2,56 persen dan inflasi year on year (YoY) adalah sebesar 2,84 persen. Karena itu, pemkot melalui TPID terus melakukan upaya untuk menjaga agar tingkat inflasi maupun deflasi tetap stabil pada angka yang rendah. (ria)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM