Assesment BNN, Peredaran Narkoba di Metro Mayoritas dari Tigeneneng

METRO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Metro mengakui peredaran narkotika di Bumi Sai Wawai mayoritas banyak berasal dari Tigeneneng, Kabupaten Pesawaran. Ini diketahui berdasarkan hasil assesment BNN Kota Metro.

“Jadi dri assesmen yang kita lakukan terhadap tangkapan dari Sat Narkoba Polres Metro, rata-rata mereka mengaku bahwa daerah asal dari Tigeneneng, Pesawaran. Ada satu yang berasal dari Kabupaten Lampung Timur,” ungkap Kepala BNN Kota Metro Saut Siahaan.

Menyikapi temuan teraebut, kata Saut, pihaknya telah menyampaikan hasil assesmen ke BNN Provinsi Lampung. Ini terutama untuk berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Lampung.

“Kami sudah sampaikan hasil assesment ke BNNP Lampung. Bahwa menyatakan daerah itu merupakan daerah rawan narkoba. Bahkan Polda Lampung juga telah menyatakan bahwa daerah itu daerah rawan,” ungkapnya.

Sementara itu, BNN juga mengakui adanya temuan narkoba jenis baru berupa NPS. Narkoba tersebut terbagi menjadi dua katagori berupa narkoba jenis sintesis dan narkoba jenis semi sintesis. Narkoba tersebut juga sudah diundangkan dalam Permenkes Nomor 44 tahun 2019.

Oleh karena iti, tambah Saut, pihaknya juga intensif melakukan penyuluhan mengenai bahaya narkoba. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan rekrutmen relawan dan penggiat narkoba. Menurutnya, dalam rekrutmen penggiat Narkoba tersebut juga dilakukan pemeriksaan urine bagi petugas.

“Selain itu rekam jejaknya juga kita lihat. Kalau di sekolah, bagaimana di sekolahnya. Kalau dia positif ya harus dikeluarkan. Jadi kita benar-benar menginginkan relawan atau penggiat ini yang anti narkoba,” ungkapnya.

Diketahui, BNN Kota Metro telah memetakan 3 daerah di Bumi Sai Wawai rawan narkoba yang masuk dalam zona merah. Ketiganya yakni Kecamatan Metro Timur, Metro Barat, dan Metro Pusat. (ria)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM