TPID Evaluasi Laju Inflasi Tahun 2019

METRO – Pemerintah Kota Metro melalui Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) melakukan rapat evaluasi untuk memantau angka inflasi sepanjang tahun 2019. Diketahui, berdasarkan data angka inflasi Kota Metro Year on Year (YoY) tahun 2019 ini mencapai 2,97 persen.

Diketahui, berdasarkan tabel inflasi YoY Kota Metro untuk bulan Januari Kota Metro mengalami inflasi sebesar 0,14 %, Februari deflasi -0,04 %, Maret inflasi 0,16 %, April inflasi 0,52 %, Mei inflasi 0,49 %, Juni inflasi 0,48 %, Juli inflasi 0,42 %, Agustus inflasi 0,41 %, September deflasi 0,31 %, Oktober deflasi 0,10 %, November inflasi 0,36 %, dan Desember inflasi 0,40 %.

Sekretaris Daerah Kota Metro yang juga Ketua TPID A. Nasir melalui Kabag Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Metro Elmanani menjelaskan, untuk menekan laju inflasi pihaknya telah melakukan sejumlah upaya salah satunya dengan melaksanakan kegiatan operasi dan penetrasi pasar untuk menstabilkan harga. Lalu memonitoring gudang pangan strategis dan melaksanakan pasar murah.

“Upaya lain juga kami lakukan dengan membuat papan digital untuk perkembangan harga yang dipasang di lokasi strategis. Papan pengumuman ini dipasang di tempat yang strategis,” jelasnya.

Sementara itu, untuk laju inflasi Kota Metro selama periode 2015 – 2019 masih terkendali, yaitu < 3,5 ± 1%. Diantaranya tahun 2015 laju inflasi Kota Metro 2,67 %, tahun 2016 2,92 %, tahun 2017 2,32 %, tahun 2018 1,64 %, dan tahun 2019 2,97 %.

Karenanya, tambah Elmanani, untuk menjaga laju inflasi TPID memegang teguh konsep 4K yakni kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga serta komunikasi dan kerjasama yang efektif. Seperti untuk saat ini kelancaran distribusi lebih diintensifkan mengingat menjelang akhir tahun permintaan pasar bertambah.

“Untuk pengendalian inflasi kami dari TPID juga melakukan beberapa inovasi diantaranya program penetrasi pasar dengan mengajak para pelaku usaha di Kota Metro untuk membantu masyarakat di Kota Metro. Lalu, menggunakan aplikasi teknologi pasca panen, bekerjasama dalam perdagangan dengan kabupaten/Kota lain, memperkuat cadangan pangan, menambah luas tanam dan Buffer stock,” pungkasnya. (ria)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM