Kecewa Pelayanan RSUD AY, Eduwar Pilih Berobat ke RS Swasta

METRO – Merasa tidak puas dan kecewa pada pelayanan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani. Keluarga pasien terpaksa memilih rumah sakit lain untuk mendapatkan pelayanan medis yang optimal.

Hal tersebut dilakukan Eduwar Patra (27), ayah pasien bayi berumur empat bulan yang sebelumnya di rawat di RSUD Ahmad Yani. Eduwar memilih pindah ke rumah sakit swasta demi kesembuhan anaknya.

“Ya kecewa, makanya saya pilih dirawat di rumah sakit lain ketimbang di rumah sakit Ahmad Yani. Yang penting anak saya lekas ditangani dan sembuh,” kata Eduwar, Senin (10/02).

Dia menjelaskan, setelah menandatangani surat pernyataan pindah dari RSUD Ahmad Yani. Ia dan anaknya langsung menuju rumah sakit untuk mendapat perawatan medis yang lebih baik.

“Setelah membuat surat pernyataan itu, dengan alasan saya tulis jelas karena kami merasa tidak puas dengan pelayanan rumah sakit umum. Sorenya saya langsung pindah ke rumah sakit lain. Alhamdulillah langsung ditangani dan saat ini kondisi anak saya semakin membaik,” jelasnya.

Dia menyayangkan, pelayanan medis di RSUD Ahmad Yani terkesan lambat dan tidak optimal.

Padahal, biaya pengobatan yang dikeluarkannya selama perawatan di RSUD Ahmad Yani sangat besar.

“Pelayanannya sangat jauh dengan rumah sakit yang ini. Saya ngambil jalur umum. Saya menyesal, kalau tahu begitu, mending langsung ke rumah sakit ini ketimbang ke RS Ahmad Yani,” sesalnya.

Eduwar mengungkapkan, saat dirawat di rumah sakit tempat anaknya saat ini. Dirinya menyampaikan keluhan pelayanan pada dokter yang menangani anaknya sewaktu di RSUD Ahmad Yani Kota Metro.

“Dokternya juga ternyata tugas disini. Tadi dokter itu menjelaskan waktu kemarin dia absen di rumah sakit Ahmad Yani, ternyata dia sedang kurang sehat dan lupa memberi kabar kalau dia tidak bisa kontrol pasien hari itu,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, Eduwar berharap pihak RS Ahmad Yani kedepannya bisa memperbaiki pelayanan medis demi kenyamanan pasien dan keluarga pasiennya.

“Seharusnya jangan langsung di vonis begitu. Jangan memberikan ke khawatiran pada keluarga pasien. Apalagi disaat kondisi gawat darurat seperti kemarin,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu petinggi RSUD Ahmad Yani yaitu Wakil Direktur (Wadir) Eko Hendro Saputro, enggan dikonfirmasi terkait hal tersebut.

“Langsung ke dokter Fitri aja ya. Dia penanganan pelayanan medisnya,” kata Eko.

Namun, sampai dengan berita ini diturunkan. Dokter Fitri belum bisa dikonfirmasi. Satpam RS tersebut mengatakan dokter Fitri sedang tidak ada ditempat. (yok)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini mengandung hak cipta dari RADARMETRO.COM